Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Split - Pekan ini Film Split berhasil merajai Box Office dengan penghasilan US$ 40 Juta
  • Melbourne - Rafael Nadal melaju ke semifinal Australia Open usai menang atas Monfils 6-3, 6-3, 4-6, 6-4,
  • Rod Laver Arena - Milos Raonic meraih tiket semifinal Australia Open usai mengalahkan Roberto Bautista Agut empat set 7-6 (6), 3-6, 6-4, 6-1.
  • Riau - Satu unit rulo alami kebakaran di Riau.

Isu Logo Palu Arit dan Pencetakan Rupiah Baru di Luar Negeri, BI: Itu Hoax

Foto Berita Isu Logo Palu Arit dan Pencetakan Rupiah Baru di Luar Negeri, BI: Itu Hoax
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Wiwiek Sisto Widayat menegaskan isu adanya logo palu arit dan pencetakan rupiah baru emisi tahun 2016 di luar negeri maupun di luar Perum Peruri merupakan informasi menyesatkan. Ia berulangkali menyampaikan agar semua pihak berhenti menyebar informasi sesat mengingat rupiah adalah simbol kedaulatan negara.

"Saya konfirmasi lagi ya bahwa semua isu-isu terkait gambar palu arit ataupun pencetakan di luar negeri adalah informasi yang tidak benar. Itu hoax," kata Wiwiek di Makassar, Kamis (12/1/2017).

Beragam isu miring itu berulangkali diluruskannya dalam pelbagai sosialisasi rupiah baru. Terakhir, saat BI menggelar sosialisasi rupiah baru di Hotel Novotel, Makassar, di hadapan perwakilan instansi pemerintah, swasta, dan mahasiswa.

Isu miring menyangkut rupiah baru kembali mengemuka setelah adanya protes dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). Bahkan, Habib Rizieq berencana melaporkan Gubernur BI, Menteri Keuangan, dan Peruri ke Mabes Polri terkait gambar mirip palu arit pada uang kertas cetakan baru.

Wiwiek menyatakan rupiah baru tidak pernah memuat simbol terlarang palu arit. Gambar yang dipersepsikan oleh sebagian pihak sebagai simbol palu arit sebenarnya merupakan logo BI yang dipotong secara diagonal sehingga membentuk ornamen yang tidak beraturan. Logo BI akan terlihat bila diterawang.

"Istilahnya gambar saling isi atau rectoverso dan itu sudah digunakan sejak 20 tahun yang lalu," tegasnya.

Menurut Wiwiek, peluncuran rupiah baru tahun emisi 2016 dilakukan mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Tanggung jawab pengelolaan rupiah tersebut menjadi tanggungjawab pihaknya. Adapun, pencetakannya dilakukan oleh Perum Peruri. Wiwiek mengatakan bahwa dari waktu ke waktu pihaknya berusaha memastikan cetakan terbaru mata uang Indonesia aman dari unsur pemalsuan.

BI dan Peruri sendiri diketahui telah melaporkan sebuah akun Facebook ke Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE. Akun Facebook itu dilaporkan karena menyebarkan informasi bahwa rupiah baru dicetak pihak swasta, bukannya Perum Peruri. Menurut Wiwiek, seluruh masyarakat mestinya bisa menghargai dan menjaga wibawa rupiah dengan tidak menyebar atau mempercayai kabar yang tidak jelas.

Menurut Wiwiek, isu miring terkait rupiah baru mestinya dihentikan sehingga pihaknya bisa lebih fokus dalam menyosialisasikan dan mendistribusikan cetakan mata uang terbaru negara ini. Khusus di Sulsel, sebaran rupiah baru telah menembus Rp80 miliar. Dana tersisa di kas berkisar Rp75 miliar. Wiwiek mengatakan pihaknya segera mendapatkan lagi rupiah baru dengan estimasi Rp2-3 triliun dari pusat untuk distribusikan.

Tag: Bank Indonesia (BI), Rupiah, Wiwiek Sisto Widayat

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5250.968 -3.343 539
2 Agriculture 1896.077 1.496 21
3 Mining 1384.941 3.035 43
4 Basic Industry and Chemicals 532.183 -2.193 66
5 Miscellanous Industry 1332.032 2.763 42
6 Consumer Goods 2343.505 10.738 39
7 Cons., Property & Real Estate 516.292 -5.304 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1028.087 -1.536 56
9 Finance 799.166 -1.216 89
10 Trade & Service 855.133 -2.594 122
No Code Prev Close Change %
1 WICO 62 83 21 33.87
2 HOTL 145 180 35 24.14
3 HDFA 210 260 50 23.81
4 WAPO 57 70 13 22.81
5 UNIC 2,230 2,690 460 20.63
6 DNAR 256 296 40 15.62
7 LMAS 66 76 10 15.15
8 DGIK 76 87 11 14.47
9 TBMS 680 745 65 9.56
10 KDSI 330 358 28 8.48
No Code Prev Close Change %
1 INAF 3,400 2,550 -850 -25.00
2 IKBI 344 262 -82 -23.84
3 MLIA 555 424 -131 -23.60
4 DPNS 396 314 -82 -20.71
5 BINA 456 384 -72 -15.79
6 PLAS 206 180 -26 -12.62
7 BCIP 176 157 -19 -10.80
8 NAGA 218 196 -22 -10.09
9 MGNA 110 100 -10 -9.09
10 PTSN 76 70 -6 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 ENRG 50 54 4 8.00
2 BRMS 89 90 1 1.12
3 BUMI 416 446 30 7.21
4 DYAN 66 69 3 4.55
5 DEWA 72 71 -1 -1.39
6 DGIK 76 87 11 14.47
7 TLKM 3,830 3,840 10 0.26
8 BWPT 304 326 22 7.24
9 PBRX 442 444 2 0.45
10 LMAS 66 76 10 15.15