Portal Berita Ekonomi Kamis, 25 Mei 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 07:45 WIB. Supreme Energy - Supreme Energy memulai pengeboran perdana sumur eksploitasi di Muara Laboh.
  • 07:31 WIB. Catalunya - Marc Marquez menjadi yang tercepat dalam tes private di Catalunya.
  • 07:26 WIB. Freeport - Karyawan Freeport yang terkena PHK mendapatkan kompensasi sebesar Rp2 miliar.
  • 07:22 WIB. Jakarta - Ketua KADIN Rosan Perkasa Roslani jadi presiden komisaris Visi Media Asia Tbk.
  • 07:19 WIB. Prancis - Del Potro akan absen dari turnamen Prancis Terbuka akibat cedera.
  • 07:18 WIB. E-Money - Bank Indonesia mengupayakan agar integrasi pembayaran dengan uang elektronik bisa diterapkan saat mudik Lebaran tahun ini.
  • 07:16 WIB. Bom Bunuh Diri - Polisi: Total korban 11 orang, 2 meninggal di tempat yakni polisi dan pelaku bom bunuh diri.
  • 07:11 WIB. Washington - Trump minta Netanyahu dan Abbas berkompromi untuk perdamaian.
  • 07:05 WIB. Impor - Importir dan pedagang ban mengeluh pasokan yang terbatas karena pembatasan impor.
  • 07:01 WIB. Manchester - Britain, Libya make terror arrests after Manchester attack.
  • 05:58 WIB. Monaco - Monaco resmi mendapatkan pemain muda Belgia, Youri Tielemans.
  • 05:57 WIB. Jakarta - Polisi sebut bom di Kampung Melayu merupakan bom panci.
  • 03:41 WIB. Swedia - Manchester United berhasil menjadi juara Liga Eropa setelah mengalahkan Ajax 2-0.
  • 03:41 WIB. Final Liga Eropa (25/5) - Ajax Amsterdam 0 - 2 Manchester United

Kerusakan Terumbu Karang Bentuk Kelalaian Kolektif

Foto Berita Kerusakan Terumbu Karang Bentuk Kelalaian Kolektif
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Anggota Komisi IV DPR RI Rofi Munawar menilai rusaknya ekosistem terumbu karang di Raja Ampat, Papua, oleh Kapal MV Caledonian Sky, adalah bentuk kelalaian kolektif. Sebab, menurut Rofi, tidak mungkin otoritas resmi setempat tidak mengetahui dan memahami adanya kapal berbobot lebih dari 4.200 GT yang melewati perairan dangkal tersebut.

“Terlebih, dalam proses evakuasi kapal hingga menabrak terumbu karang tersebut dikabarkan menggunakan Kapal penarik dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP)," jelas Rofi di Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Rofi pun memertanyakan beberapa persoalan terhadap kasus ini. Terkait, mengapa kapal sebesar itu tidak dapat mendeteksi kedalaman, padahal dilengkapi teknologi yang modern? Padahal, dalam dunia perairan, sudah seharusnya pengelola kapal memahami alur laut dan 'peta' kontur daerah yang akan disinggahi. Ironisnya semua kejadian tersebut, lepas dari pengawasan otoritas resmi sehingga kapal tersebut masuk ke perairan dangkal di Raja Ampat.

"Ini bentuk kelalaian kolektif yang harus dilakukan evaluasi secara menyeluruh dan dilakukan perbaikan dengan terintegrasi. Pemerintah harus segera meminta klarifikasi kepada pemilik kapal dan mengevaluasi sistem kesyahbandaran dengan lebih baik," tegasnya.

Ia pun menyesalkan bahwa langkah untuk menarik kapal tersebut tidak dipantau oleh pihak yang berwenang, mengingat ketika kapal terempas di perairan dangkal Raja Ampat, cukup lama dan diketahui oleh otoritas resmi.

"Pemerintah harus segera membuat langkah nyata meminta ganti rugi terhadap pemilik Kapal MV Caledonian Sky dan segera membuat perencanaan perbaikan terumbu karang secara serius," pungkasnya.

Sebagai informasi, kapal pesiar MV Caledonian Sky berpenumpang 102 orang menabrak terumbu karang di Raja Ampat dan telah menyebabkan kerusakan yang parah, pada Rabu (15/3/2017).

Tag: Papua, Rofi Munawar

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Dewi Ispurwanti

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,568.99 3,532.31
British Pound GBP 1.00 17,363.10 17,187.93
China Yuan CNY 1.00 1,946.39 1,926.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,383.00 13,249.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,993.09 9,886.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,718.48 1,701.21
Dolar Singapura SGD 1.00 9,628.75 9,530.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,975.58 14,824.31
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,110.88 3,077.58
Yen Jepang JPY 100.00 11,972.62 11,849.57

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5703.433 -27.180 547
2 Agriculture 1803.295 5.580 21
3 Mining 1356.603 -5.287 43
4 Basic Industry and Chemicals 616.895 -1.646 66
5 Miscellanous Industry 1474.384 2.946 42
6 Consumer Goods 2533.593 -9.608 40
7 Cons., Property & Real Estate 495.218 -1.255 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1137.345 -2.984 59
9 Finance 913.832 -7.630 89
10 Trade & Service 894.989 -8.378 124
No Code Prev Close Change %
1 AGRS 146 195 49 33.56
2 GREN 193 256 63 32.64
3 TALF 302 368 66 21.85
4 DART 324 388 64 19.75
5 FISH 2,700 3,200 500 18.52
6 HDFA 168 198 30 17.86
7 LMSH 640 730 90 14.06
8 YULE 60 68 8 13.33
9 RBMS 108 122 14 12.96
10 UNIT 218 246 28 12.84
No Code Prev Close Change %
1 RODA 208 161 -47 -22.60
2 BMSR 150 119 -31 -20.67
3 ESTI 136 115 -21 -15.44
4 NIPS 476 416 -60 -12.61
5 NAGA 176 155 -21 -11.93
6 LPIN 1,350 1,200 -150 -11.11
7 MDRN 63 57 -6 -9.52
8 CMPP 150 139 -11 -7.33
9 DGIK 112 104 -8 -7.14
10 ALKA 159 148 -11 -6.92
No Code Prev Close Change %
1 BUMI 380 354 -26 -6.84
2 BAPA 141 138 -3 -2.13
3 PBRX 498 496 -2 -0.40
4 PGAS 2,420 2,460 40 1.65
5 TLKM 4,400 4,360 -40 -0.91
6 BNLI 650 665 15 2.31
7 HMSP 3,880 3,870 -10 -0.26
8 BBCA 17,700 17,475 -225 -1.27
9 KREN 426 432 6 1.41
10 DGIK 112 104 -8 -7.14