Portal Berita Ekonomi Kamis, 29 Juni 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 10:48 WIB. Wimbledon - Andy Murray menjadi unggulan teratas di turnamen Wimbledon.
  • 10:04 WIB. Kemenhub - Surat edaran Kemenhub Budi Karya Sumadi, Truk beroperasi 3 Juli.
  • 09:59 WIB. Petya Ransomware - Serangan Virus Petya Lumpuhkan Kegiatan Ekonomi Global.
  • 09:59 WIB. Petya Ransomware - Serangan Virus Petya Lumpuhkan Kegiatan Ekonomi Global.
  • 09:58 WIB. Vivo - Vivo resmi perkenalkan pemindai sidik jari pada layar smartphone.
  • 09:58 WIB. Darmin Nasution : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Sebut Bisnis Ritel Tengah Lesu.
  • 09:54 WIB. Monaco - AS Monaco menolak tawaran Arsenal senilai US$ 35 juta untuk Lemar.
  • 09:30 WIB. Monas - Pengelola Kawasan Monas mencatat 155.000 wisatawan mengunjungi Monas pada libur Lebaran 2017.
  • 09:25 WIB. Ransomware - Menkominfo Rudiantara mengimbau masyarakat mewaspadai ransomware Petya.
  • 09:23 WIB. Ahok - Ulang tahun ke-51, Ahok jadi "trending topic" di Twitter.
  • 09:22 WIB. Properti - Rumah.com mencatat harga perumahan di Yogyakarta naik 0,12% pada kuartal II-2017 (yoy).
  • 08:48 WIB. Minyak - Goldman Sachs merevisi proyeksi harga minyak WTI pada kuartal III-2017 menjadi US$47,50 per barel.
  • 08:47 WIB. Samsung - Samsung Electronics sepakat membuka pabrik peralatan rumah tangga senilai US$380 juta di AS.
  • 08:46 WIB. UE - Uni Eropa memperpanjang sanksi ekonomi terhadap Rusia hingga 31 Januari 2018.
  • 07:56 WIB. Ransomware - TNT Express mengalami serangan virus ransomware jenis Petya.

Pembangunan Tingkatkan Nilai Tambah Ekonomi Sekaligus Sosial-Kultural

Foto Berita Pembangunan Tingkatkan Nilai Tambah Ekonomi Sekaligus Sosial-Kultural
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pembangunan nasional untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus meningkatkan nilai sosial-kultural, kata pakar ekonomi Universitas Indonesia Sri Edi Swasono.

"Pembangunan tidak hanya untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah sosial-budaya," katanya dalam seminar nasional "Ekonomi Kerakyatan" dalam rangka Dies Natalis Ke-3 Universitas Tidar di Magelang, Sabtu (18/3/2017).

Melalui pekerjaan, kata dia, setiap warga negara tidak sekadar mendapatkan gaji yang tinggi, tetapi juga memperkuat keadaban. Oleh karena itu, dia mengemukakan pentingnya bangsa Indonesia menjadi tuan di negeri sendiri.

Pembangunan nasional, menurut dia, harus terpusat pada kepentingan rakyat, berdasarkan kemampuan rakyat, menggunakan sumber daya alam, dan sumber daya manusia Indonesia. "Itulah aku bangga atas produk-produk Indonesia, kita membangun bukan dengan asing karena yang untung orang asing. Membangun dengan SDA Indonesia sehingga menjadi nilai tambah bagi Indonesia," ujarnya.

Pada kesempatan itu, dia menjelaskan tentang makna strategis ekonomi rakyat yang antara lain bahwa keterlibatan aktif rakyat dalam kegiatan ekonomi akan lebih menjamin nilai tambah ekonomi secara optimal yang mereka hasilkan.

"Dapat secara langsung diterima rakyat," kata Sri Edi Swasono yang juga Ketua Umum Majelis Luhur Tamansiswa itu. Pemberdayaan rakyat, kata dia, merupakan tugas nasional untuk meningkatkan produktivitas sehingga mereka lebih konkret menjadi aset aktif pembangunan.

Ia menjelaskan bahwa subsidi dan proteksi kepada rakyat untuk membangun diri dan kehidupan ekonomi merupakan investasi ekonomi nasional dalam bentuk investasi sumber daya insani, bukan pemborosan, serta mendorong tumbuhnya kelas menengah yang berbasis akar rumput.

Sri Edi Swasono mengemukakan bahwa pembangunan ekonomi rakyat meningkatkan daya beli rakyat yang kemudian menjadi energi rakyat untuk lebih mampu membangun diri sendiri. "Rakyat mampu meraih nilai-nilai tambah ekonomi dan sekaligus nilai tambah sosial atau nilai tambah kemartabatan," katanya.

Pembangunan ekonomi rakyat sebagai pemberdayaan rakyat secara bersama-sama, lanjut dia, akan meningkatkan posisi tawar kolektif untuk lebih mampu mencegah eksploitasi dan subordinasi ekonomi terhadap rakyat.

Rektor Universitas Tidar Cahyo Yusuf mengatakan bahwa mengenal ekonomi kerakyatan berarti mengenal dengan baik proklamator kemerdekaan Indonesia Mohammad Hatta. "Karena beliaulah pengusung agenda ekonomi kerakyatan, kita perlu menggali kembali pemikiran ekonomi kerakyatan Bung Hatta. Ekonomi kerakyatan menjadi jalan politik untuk kemakmuran Indonesia," katanya. (Ant)

Tag: pembangunan, Sri Edi Swasono

Penulis: ***

Editor: Dewi Ispurwanti

Foto: Vicky Fadil

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,569.89 3,533.49
British Pound GBP 1.00 16,954.71 16,781.01
China Yuan CNY 1.00 1,962.84 1,943.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,386.00 13,252.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,105.09 9,997.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,716.31 1,699.04
Dolar Singapura SGD 1.00 9,640.62 9,540.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,950.82 14,798.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,126.84 3,092.65
Yen Jepang JPY 100.00 12,062.72 11,938.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5829.708 11.156 557
2 Agriculture 1801.653 46.187 21
3 Mining 1404.809 -2.273 44
4 Basic Industry and Chemicals 618.663 6.333 67
5 Miscellanous Industry 1498.263 8.474 42
6 Consumer Goods 2554.375 -3.199 43
7 Cons., Property & Real Estate 493.718 3.540 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.064 -4.697 59
9 Finance 949.728 -0.565 90
10 Trade & Service 919.994 6.912 126
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10