Portal Berita Ekonomi Jum'at, 23 Juni 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 21:54 WIB. MSKY - MNC Sky Vision mengantongi izin dari OJK untuk menggelar right issue dengan target Rp1,26 triliun.
  • 20:51 WIB. Oasis - Personel Oasis Liam Gallagher akan menggelar konser di Jakarta pada 8 Agustus mendatang.
  • 20:44 WIB. Amerika Serikat - Amerika Serikat desak China berperan lebih aktif perangi terorisme dunia.
  • 20:38 WIB. Baku - Pebalap Red Bull, Max Verstappen, memimpin sesi latihan bebas pertama F1 GP Baku.
  • 20:36 WIB. Belanda - Vinales menjadi yang tercepat dalam sesi latihan bebas kedua MotoGP Belanda.
  • 19:51 WIB. China - Lionel Messi menolak tawaran bermain di China.
  • 19:04 WIB. Mudik Lebaran - Kapolri harap peristiwa brexit tidak terulang tahun ini.
  • 19:02 WIB. Mudik Lebaran - Petugas Kepolisian prediksi jalur Nagreg macet hingga Sabtu siang.
  • 19:02 WIB. Mudik Lebaran - Jalur Selatan sudah dipenuhi pemudik.

Jerman Sebut Erdogan Sudah Kelewat Batas

Foto Berita Jerman Sebut Erdogan Sudah Kelewat Batas
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Jerman marah kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang disebut mereka sudah kelewatan karena menuduh Kanselir Angela Merkel telah menggunakan cara-cara Nazi dalam krisis diplomatik yang pecah di antara kedua negara.

Turki dan Uni Eropa terlibat krisis parah yang mengancam potensi Turki bergabung dengan blok ini. Ketegangan muncul menjelang referendum 16 April di Turki menyangkut perluasan kekuasaan Erdogan.

Krisis terjadi setelah pihak berwenang Jerman dan beberapa negara Uni Eropa menolak mengizinkan masuk para menteri Turki untuk mengampanyekan "ya" (bagi perluasaan kekuasaan Erdogan) di tanah asalnya. Sikap Uni Eropa ini mengundang Erdogan berkomentar tajam bahwa semangat Nazi Jerman telah melanda Eropa.

"Ketika kita menyebut mereka Nazi, mereka (Eropa) menjadi tidak nyaman. Mereka bersatu dalam solidaritas. Khususnya Merkel," kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi. 

"Anda kini menerapkan cara-cara Nazi," kata Erdogan merujuk Merkel. "Kepada siapa? Kepada saudara-saudara saya warga negara keturunan Turki di Jerman."

Jerman terperangah oleh kalimat Erdogan itu di mana Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel menyebut pernyataan Erdogan itu mengejutkan.

"Kami toleran tapi kami tidak bodoh," kata dia kepada surat kabar Passauer Neue Presse. "Itulah mengapa saya membiarkan sejawat saya dari Turki itu untuk mengetahui pasti bahwa ada batas yang tidak boleh dilewati di sini."

Julia Kloeckner, wakil ketua Partai CDU pimpinan Merkel, juga marah.

"Apakah Erdogan sudah kehilangan akal?" kata dia sembari mendesak Uni Eropa membekukan bantuan keuangan miliaran euro kepada Turki, seperti dikutip AFP. (Ant)

Tag: Recep Tayyip Erdogan, Jerman, Turki

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Reuters

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,569.89 3,533.49
British Pound GBP 1.00 16,954.71 16,781.01
China Yuan CNY 1.00 1,962.84 1,943.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,386.00 13,252.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,105.09 9,997.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,716.31 1,699.04
Dolar Singapura SGD 1.00 9,640.62 9,540.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,950.82 14,798.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,126.84 3,092.65
Yen Jepang JPY 100.00 12,062.72 11,938.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Mar
3 href="MockTestReporting/" />MockTestReporting/ - Feb
4 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
5 href="mock_isuite/" />mock_isuite/ - Dec
6 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10