Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PLN Berencana Tambah 221 MW untuk PON 2020

        PLN Berencana Tambah  221 MW untuk PON 2020 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jayapura -

        Manajemen PT PLN (persero) mewacanakan pembangunan sejumlah pembangkit dengan kapasitas daya mencapai 221 megawatt (MW) guna mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 2020 di lima kabupaten/kota di Papua.

        "Untuk lima daerah yang menjadi penyelenggara PON 2020, PLN akan membangun pembangkit dengan kemampuan daya 221 mw. Ini tambahannya di luar pembangkit yang sudah ada," ujar General manager PLN Wilayah Papua dan Papua Barat Yohanes Sukrislismono, di Jayapura, Selasa (15/11/2016).

        Ia menjelaskan pemenuhan kebutuhan listrik untuk mendukung kesuksesan PON XX di Papua, sejalan dengan program "Indonesia Terang" yang digulirkan Presiden Joko Widodo.

        "Jadi sebenarnya ini bagian dari program 35.000 MW, hanya kebetulan ada kegiatan tersebut jadi kami jadikan satu," kata dia.

        Yohanes merinci rencana pembangunan tersebut mencakup Kota Jayapura, Kabupaten Biak, Mimika, Merauke dan Jayawijaya.

        "Di Biak ada tambahan 15 MW pada 2017, ditambah tiga MW dengan jenis PLTMG. Di Jayapura pada 2017 akan ada tambahan 50 MW, dan 40 MW di 2018. Kemudian Mimika ada 10 MW melalui PLTMG pada 2017, dan tahun berikutnya ada tambahan 40 MW," katanya.

        "Kemudian di Jayawijaya sebenarnya sudah cukup, tapi di 2017 PLTD ada tambahan 0,5 MW, lalu ada pembangunan PLTMH enam MW, tapi ini diperkirakan selesai pada 2019. Untuk Merauke di 2017 akan ada tambahan 20 MW dari PLTMG," sambung Yohanes.

        Menurutnya, dengan sisa waktu yang ada PLN diyakini masih mampu menyelesaikan seluruh rencana tersebut.

        Pihaknya pun akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk melancarkan program tersebut.

        "Untuk menyongsong PON 2020, waktunya masih cukup untuk melakukan pembangunan. Kita belum sampai membahas kebutuhannya berapa, mungkin nanti kami akan ketemu untuk membahas kebutuhannya berapa," katanya lagi. (Ant)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Vicky Fadil

        Bagikan Artikel: