Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ngurus Banjir di Jakarta Bikin Khawatir, Pramono Ngaku Enggak Punya Waktu Buat Ngonten Pribadi di Youtube

Ngurus Banjir di Jakarta Bikin Khawatir, Pramono Ngaku Enggak Punya Waktu Buat Ngonten Pribadi di Youtube Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku khawatir ketika menangani masalah banjir rob atau banjir yang terjadi saat permukaan air laut pasang.

Hal itu diperparah dengan cuaca ekstrem yang terjadi 2 minggu belakangan akhirnya membutuhkan penanganan ekstra dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Untuk itu, karena kesibukan menyelesaikan persoalan yang paling krusial di Jakarta ditambah di situasi hujan ekstrem kali ini, Pramono mengaku tidak punya waktu untuk mengisi konten pribadi di akun Youtube-nya.

"Saya termasuk orang yang lebih menyukai (gaya-red) teknokrasi dalam membangun Jakarta. Maka kenapa kemudian saya enggak punya konten pribadi tentang diri saya. Yang ada tentang kerjaan pemerintah Jakarta," kata Pramono saat podcast bareng Sepulang Sekolah.

Baca Juga: Pramono Pernah Merasakan Jadi Orang Daerah, Makanya Tidak Melarang Perantau Mengadu Nasib ke Jakarta

"Sebelum ke sini saya ke Muara Baru dan juga ke Muara Angke untuk melihat tanggul yang bocor ya. Nah, ini adalah pekerjaan teknokrasi yang kami lakukan untuk mengatasi itu bagaimana sebenarnya kemarin ketika terjadi banjir rob dan permukaan air laut naik, saya terus terang sangat khawatir karena kemungkinan untuk bocornya itu besar, tapi alhamdulillah bisa kita lalui," tambahnya.

Tak hanya itu, exposure berlebihan memang sengaja ia hindari, untuk itu ketika terjadi bencana banjir di Sumatra, ia tidak mengumbarnya ke sosial media.

"Misalnya lah saya harus menampilkan diri saya pribadi termasuk untuk memberikan bantuan ke Aceh, ke Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Pemprov DKI Jakarta itu yang pertama kali kami yang mengirimkan dan ini sudah yang ketiga kali. Tetapi memang saya enggak perlu tampil, saya berpikir bahwa bantuan itu dengan sendirinya yang paling penting diterima bagi yang memerlukannya," jelasnya.

Meski tidak rajin 'ngonten', Pramono mengaku tetap melihat keluhan atau kritik di akun sosial medianya, seperti Instagram. Politikus senior PDI Perjuangan itu mengaku membaca sendiri komentar-komentarnya yang ia tampung.

"Kebetulan di medsos saya baca sendiri, saya betul-betul perhatikan apa yang menjadi saran dari sosial media dan itu saya putuskan berdasarkan itu. Jadi saya adalah orang yang secara sungguh-sungguh melihat sosmed itu sebagai masukan, termasuk kritik apapun saya enggak pernah hapus, enggak pernah nge-block, tetap saya baca," tambahnya.

Keluhan itu lalu ia kumpulkan dan mengklasifikasikan berdasarkan apa yang disuarakan oleh masyarakat.

"Keluhan yang paling banyak itu pasti tentang macet, kedua banjir, ketiga polusi, kemudian hal-hal yang menyangkut kehidupan kemasyarakatan seperti lowongan pekerjaan dan sebagainya," tutupnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel: