Kredit Foto: Reuters/Carlos Barria
Iran tengah mempertimbangkan syarat untuk melanjutkan kembali perundingan terkait sengketa nuklir dengan Amerika Serikat (AS). Hal ini menjadi lanjutan sinyal kesiapan kedua negara untuk menghidupkan kembali jalur diplomasi dan meredakan kekhawatiran konflik di Timur Tengah.
Dikutip dari Reuters, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan pihaknya sedang menelaah berbagai dimensi dan aspek pembicaraan tersebut. Ia menegaskan waktu menjadi faktor penting karena pihaknya ingin pencabutan sanksi internasional dilakukan secepatnya.
Baca Juga: Iran Tantang Pengerahan Armada Kapal Perang AS: Kami Tidak Takut
“Diplomasi terus berjalan,” ujar Baghaei.
Ia menyatakan pihaknya tidak menginginkan prasyarat apa pun untuk memulai kembali perundingan dan siap menunjukkan fleksibilitas dalam isu pengayaan uranium.
Menurutnya, Iran bersedia menerima skema nol pengayaan uranium melalui pengaturan konsorsium sebagai salah satu solusi yang memungkinkan. Namun, Teheran meminta adanya penarikan aset militernya yang berada dalam area sekitar wilayahnya oleh AS.
“Sekarang bola ada di Trump,” kata Baghaei.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terus menekan Iran. Ia menuntut negara itu memberikan konsesi nuklir sebagai prasyarat dimulainya kembali perundingan.
Trump dilaporkan mengajukan tiga tuntutan utama terhadap Iran. Tiga tuntutan itu yakni penghentian total pengayaan uranium, pembatasan program rudal balistik serta penghentian dukungan terhadap kelompok proksi di Timur Tengah.
Baca Juga: Iran Balik Ancam AS: 'Jari Kami Sudah Ada di Pelatuk Tinggal Tarik Aja'
Iran selama ini menolak ketiga tuntutan tersebut dan menilainya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan nasionalnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: