Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BI Prediksi Bunga KPR Terus Turun di 2017

        BI Prediksi Bunga KPR Terus Turun di 2017 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bank Indonesia (BI) memprediksi suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) akan terus mengalami penurunan di tahun depan. Keyakinan ini berdasarkan kebijakan Bank Sentral yang telah melonggarkan suku bunga acuannya (BI 7-day Reverse Repo Rate) dan Giro Wajib Minimum (GWM).

        "Artinya kita sudah lakukan pelonggaran dari sisi kebijakan moneter, dengan penurunan BI Rate atau BI 7-day Repo Rate 150 bps, lalu penurunan GWM, LTV juga dilonggarkan. Memang ada pengaruhnya, kita sudah lihat sekarang itu sudah turun (suku bunga kredit)," ujar Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Dwityapoetra Soeyasa Besar, di Jakarta, Rabu (14/12/2016).

        Lagipula kata dia, transmisi kebijakan moneter yang dilakukan BI sudah direspon oleh perbankan nasional. Hal ini tercermin dari suku bunga kredit perbankan yang sudah turun 60 bps (0,6%) dan suku bunga deposito yang sudah turun 108 bps (1,08%). Selain itu, bunga KPR juga sudah berada pada kisaran 10,3%.?

        "Jadi artinya sudah ada transmisinya, sudah kelihatan disitu. Yaa mudah-mudahan nanti di 2017 bisa makin turun lagi, karena ini kan tergantung pada kondisi aset liabilities banknya," ucap Dwityapoetra.

        Sementara itu, berdasarkan hasil survei yang dilakukan BI menunjukkan, bahwa pertumbuhan penjualan properti residensial di trwiulan III-2016 mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya, dari 4,02% (qtq) menjadi 4,65% (qtq).

        Peningkatan penjualan terjadi pada semua tipe rumah, terutama rumah tipe kecil sejalan dengan program pembangunan rumah murah yang dicanangkan pemerintah.

        Tingginya penjualan rumah murah tersebut, sejalan dengan meningkatnya realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada triwulan III-2016, yakni sebesar Rp3,02 triliun, atau mengalami kenaikan dibandingkan pada triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp0,32 triliun?

        Pada kuartal IV-2016, indeks harga properti residensial secara triwulanan (qtq) diperkirakan masih mengalami kenaikan (0,28%, qtq), melambat dibanding 0.36% (qtq) pada triwulan III-2016.

        Kenaikan harga rumah terendah diprediksi terjadi pada rumah tipe besar (0,22%, qtq). Sedangkan menurut wilayah, harga rumah diproyeksi menurun di Manado (-0,02%, qtq), Jabodetabek-Banten (-0,13%, qtq) dan Pontianak (-0,455, qtq).

        Sebagai informasi, Bank Sentral telah melakukan transmisi kebijakan moneternya melaui penurunan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate di sepanjang Januari 2016 sampai dengan Oktober 2016 hingga mencapai 150 basis points (bps) atau 1,5% menjadi 4,75%.

        Selain itu, BI juga sudah menurunkan GWM Primer dalam rupiah sebesar 1%, dari 7,5% ke level 6,5%, yang sudah berlaku sejak 16 Maret 2016. Kebijakan penurunan GWM Primer dalam rupiah tersebut diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perbankan nasional, yang nantinya bisa mendorong penyaluran kredit perbankan dalam ke depannya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Fajar Sulaiman
        Editor: Rahmat Patutie

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: