Konsolidasi Perbankan Jalan untuk Ciptakan Struktur Perbankan yang Baik
Kredit Foto: Vicky Fadil
Gagasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong konsolidasi perbankan disambut baik oleh beberapa kalangan. Pasalnya hal tersebut dinilai mampu memperkuat ssistem permodalan perbankan, khususnya untuk bank - bank yang menyandang status bank BUKU 1 dan bank BUKU 2.
?
Analis Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan menjelaskan langkah untuk memperbesar modal ada dua, pertama bisa dengan melakukan penyuntikan modal dan yang kedua adalah dengan merger. Skema merger dikatakan Alfred akan lebih dari sisi ekuitasnya. Namun pilihan tersebut harus tegas dilakukan oleh OJK, karena bisnis bank sendiri sejatinya berlandaskan atas trust atau kepercayaan. ?Kepercayaan itu harus terus dipompa melalui sistem pendanaan yang baik untuk mencegah resiko yang muncul dari penurunan kualitas ekuitas,? katanya kepada wartaekonomi, Jumat (6/1).
?
Lebih lanjut dirinya mengatakan saat ini masih ada beberapa bank BUKU 1 atau BUKU 2 yang memiliki rasio loan to deposit ratio (LDR) nya diatas 100%. Sementara kalau dilihat rasio current account saving account (CASA) nya masih sangat rendah, artinya lanjut Alfred bank tersebut masih mengandalkan dana mahal seperti deposito. Hal tersebut membuat rawan kelangsungan bisnis bank tersebut. Apalagi saat ini juga masih terdapat bank yang sahamnya dikuasai oleh keluarga.
?
?Kalau dilihat dari strukturnya, bank-bank BUKU I menggunakan skema kredit jangka panjang, tenornya biasanya 1 sampai 3 tahun, sementara untuk kecukupan pendaaaannya hanya cukup untuk 3 bulan sampai 1 tahun. Artinya ini tidak matching, ini harus didukung oleh ekuitas yang lebih besar untuk menggaransi kalau adanya kemungkinan terjadi turbulensi,? tambah Alfred.
?
JIka terjadi turbulensi lanjut Alfred bank beraset kecil yang kemungkinan merasakan dampaknya. JIka sudah begitu, dikhawatirkan akan ikut menyeret bank-bank lain yang terintegrasi dengan bank tersebut. Maklum, di kalangan perbankan terdapat pos pinjaman perbankan lainnya, yang artinya terdapat saling silang aset di tubuh sebuah bank.
?
Disamping itu perihal konsolidasi juga merupakan salah satu strategi pemerintah untuk dapat menghadapi era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) di 2020 mendatang. ?Bank-bank asing sudah memulainya lebih dulu. NIM kita juga menjadi salah satu hal yang menarik bagi bank asing, karena tidak setinggi mereka. Dan jangan lupa, kalau bank asing banyak masuk sampai ke lini bisnis kita yang terkecil di kalangan mikro, akan berdampak kurang baik bagi kondisi makro tanah air. Jadi ini kesempatan bagi? bank-bank beraset kecil untuk mempersiapkan diri,? tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Gito Adiputro Wiratno
Editor: Sucipto
Tag Terkait: