Kredit Foto: Andi Aliev
Ratusan supir taksi dan pengusaha angkutan umum di Balikpapan menggruduk kantor DPRD kota Balikpapan pada Rabu pagi (25/1/17).? Mereka menuntut? penutupan operasional taksi online yang? merugikan dan menurunkan pendapatan sopir dan pengusaha taksi di Balikpapan.
Taksi online di Balikpapan hadir sejak pertengahan 2016 lalu akibatnya pendapatan mereka turun hingga 40 persen. Bahkan pengusaha harus menurunkan jumlah uang setoran.
Aras (39) seorang sopir taksi Kharisma mengatakan sejak adanya taksi online hanya Rp50 ribu uang yang dibawa pulang. bahkan kadang harus berhutang. ?Dulu bisa 150-200 ribu sekarang turun sekali. Bahkan kita harus berhutang untuk tutupi setoran,? keluhnya (25/1/2017).
?Mereka hanya sampingan saja kalau kita tetap ya otomatis kita dimatikan. Bukan hanya turun omzet setoran saja sering nggak bisa nutup. Makanya kita minta itu ditutup,? desak Aras yang sudah 10 tahun menjadi supir taksi.
Kordinator Forum Pengusaha Angkutan Kota Balikpapan (Forkopab) Burhanuddin Noor, mendesak pemkot dan DPRD -Balikpapan untuk menutup taksi online. Hal ini sesuai dengan kesepakatan 9 Desember 2016 lalu. "Kami kemari bukan untuk menyampaikan aspirasi tapi menagih janji dewan waktu pertemuan 9 Desember lalu. Kami dan dewan sepakat bahwa dewan akan menghentikan dan membubarkan taksi online. Tapi kita tunggu-tunggu sampai sekarang nggak ada dilakukan," desaknya.
Burhanuddin bahkan mengancama jika ini terus dibiarkan maka akan turun aksi demontrasi yang lebih besar. " Kami akan mogok masal, bukan taksi saja tapi kami akan mengajak seluruh sopir angkot yang ada di Balikpapan. Kami akan lakukan sweeping di jalan kalau ini dibiarkan,"tegasnya.
Burhanuddin menyebutkan di Balikpapan terdapat 1000 lebih taksi dan 1500 angkutan kota. Dari jumlah taksi itu, dikelola 13 perusahaan taksi di antaranya Aero cab, kalung mas, mawar, global, kharisma, taksi one, Tama trans.
Pada kesempatan sama Direktur Oprasional? Globalindo Mistiko mengatakan akibat taksi online, banyak supir yang tidak mampu Penuhi setoran sehingga perusahaan menurunkan jumlah uang setoran. ?Dulunya sebelum ada penurunan omzet ini mereka setor 245-250 sekarang turunkan Rp25 ribu. Kalau omzet turun 30-40 persen,? katanya.
Globalindo memiliki? 146 armada taksi di balikpapan namun diakui ada sejumlah supirnya yang? menyeberang ke supir taksi online.
"Ada beberapa yang keluar dan masuk kesana. Terus terang kami kekurangan supir. Idealnya jumlah armad 146 yang supirnya paling tidak 1,5 dari jumlah armada. Untuk kesempatan supir istirahat," ungkapnya.
Meski demikian pihak juga berbenah menghadapi serbuan transportasi online yang marak terjadi dikota-kota termasuk Balikpapan. ? Kami berharap masyarakat menggunakan taksi resmi dulu. Toh kalau taksi resmi sudah mampu juga akan menggunakan sistem online juga. Kami juga akan merapatkan barisan bagaimana personil juga sadar teknologi dan mengikutinya. Sehingga masyarakat juga dipermudah. Kami semua juga ikut berbenah,? tukasnya.
Aksi supir taksi yang berlangsung pukul 09.30-12.00 ini akhirnya dimediasi oleh Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Dishub, Pol PP, Polantas, Kominfo, BPMP2T di pintu masuk dewan.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Andi Arif Agung mengatakan pihaknya sepakat untuk menyetop? kegiatan taksi online ilegal. "Ada beberapa kesimpulan dan kesepakatan yang kita ambil dan ini adalah sikap kita bersama.Yakni yang pertama kami dari pemerintah kota dan DPRD sepakat untuk meniadakan taksi ilegal.? Kami juga telah membentuk tim yang melibatkan organda.dan hari ini juga kami bersama instansi terkait mendatangi kantor go car yang berada di jl Mt haryono untuk mengecek dan mengevaluasi semua perijinannya," ungkapnya?? di hadapan massa.
Pihaknya? juga meminta Dishub Balikpapan? dalam? waktu satu minggu ini melakukan razia terhadap taksi online di Balikpapan dengan metode uji petik. "Kami minta ini segera ditertibkan. Disamping itu dalam rangka mewujudkan kota yang nyaman dihuni, pengusaha taksi di balikpapan mulai berbenah diri untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat," tandasnya.
Politisi Golkar ini juga menambahkan pihak Dinas Kominfo Balikpapan juga akan mengiring surat ke kementrian Perhubungan dan Kominfo untuk di tiadakan aplikasi yang tidak berizin.
Selain itu BPMP2T juga akan melakukan evaluasi? terhadap segala izin yang diberikan kepada Go car dan aplikasi-aplikasi yang lainnya yang tidak berizin di Balikpapan," pungkasnya. Usai mendengar jawaban ini, massa akhir membubarkan diri untuk beraktifitas masing-masing.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Andi Aliev
Editor: Sucipto
Tag Terkait: