Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pertumbuhan kredit pada tahun ini diproyeksikan bakal berada di rentang 12% hingga 13%. Angka tersebut lebih tinggi dari prediksi Bank Indonesia yang dipatok di angka 10% hingga 12%.
Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Anton Gunawan mengatakan adanya pertumbuhan pada kredit valuta asing akan menjadi salah satu motor pendorong capaian pertumbuhan kredit secara total.
?Ke depannya, kalaupun kredit valas turun tidak akan sebesar di tahun 2016. Jadi secara total kredit growth bisa di atas 10%,? katanya di Jakarta, Senin (6/3/2017).
Jika dibandingkan dengan realisasi kredit di tahun 2016, proyeksi pertumbuhan kredit tahun ini bakal terlihat jauh lebih tinggi. Pasalnya sepanjang tahun lalu berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri perbankan nasional hanya mampu mencapai pertumbuhan kredit sebesar 7,8%.
Anton menambahkan, hal tersebut terjadi lantaran adanya penurunan dalam kredit berbasis mata uang asing. Sebagai catatan, pada kuartal pertama tahun ini pertumbuhan kredit perbankan diproyeksi belum dapat mengalir deras. Masih membayangnya perlambatan ekonomi menjadi salah satu alasan berkurangnya permintaan kredit dan justru menaikkan risiko kredit.
OJK bahkan memprediksi, pertumbuhan kredit perbankan pada tiga bulan pertama tahun ini hanya akan mencapai 8,5%. Angka ini tidak banyak berubah dari realisasi pertumbuhan kredit di kuartal pertama tahun lalu yang juga berada di angka 8,51%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Gito Adiputro Wiratno
Editor: Dewi Ispurwanti
Tag Terkait: