Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Wholesales Naik 7 persen, Toyota dan Lexus Jadi Penguasa Pasar Awal 2026

Wholesales Naik 7 persen, Toyota dan Lexus Jadi Penguasa Pasar Awal 2026 Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dominasi penjualan mobil di awal 2026 kembali memperlihatkan bagaimana peta persaingan industri otomotif Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh kekuatan merek dan jaringan distribusi yang mapan.

Data pasar nasional dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan bahwa total wholesales mobil pada Januari 2026 mencapai 66.447 unit, menandai kenaikan sekitar 7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa permintaan domestik mulai bergerak positif setelah periode penyesuaian pasar sepanjang 2025. Di tengah kenaikan pasar tersebut, grup merek Toyota dan Lexus tampil sebagai kontributor terbesar volume penjualan nasional.

Kedua merek itu secara gabungan mencatat distribusi 20.127 unit pada Januari 2026. Angka tersebut merepresentasikan porsi signifikan dari total pasar otomotif nasional di bulan pertama tahun ini.

Kinerja itu juga menempatkan Toyota dan Lexus sebagai tulang punggung penjualan grup Astra International di sektor otomotif. Dominasi ini tidak terjadi secara instan, melainkan hasil dari strategi jangka panjang dalam membangun jaringan dealer, layanan purnajual, dan kepercayaan konsumen.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa skala bisnis masih menjadi faktor pembeda utama di pasar otomotif Indonesia. Produsen dengan jaringan luas cenderung lebih tahan terhadap fluktuasi permintaan.

Toyota selama ini dikenal memiliki penetrasi kuat di segmen multi purpose vehicle dan kendaraan keluarga. Segmen tersebut masih menjadi tulang punggung pasar otomotif domestik.

Konsumen Indonesia secara historis memprioritaskan kendaraan fungsional dengan nilai jual kembali yang stabil. Faktor nilai jual kembali menjadi salah satu alasan mengapa merek dominan sulit digeser.

Lexus di sisi lain memperkuat posisi Astra di segmen premium. Segmen ini memang lebih kecil secara volume, tetapi memberikan margin yang lebih tinggi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: