Kredit Foto: Ning Rahayu
Berbekal keahlian memasak menu rumahan, Lani (68) yang akrab disapa Bu Pur sudah memulai usaha warung makan sejak tahun 1983. Berbagai menu masakan tradisional ia sajikan di warungnya, mulai dari sayur asem hingga ikan bandeng presto atau ikan bandeng duri lunak yang hingga kini menjadi menu andalan di Warung Bu Pur.
Meski mengaku tidak pernah kursus ataupun belajar memasak secara khusus, masakan Lani terbilang cukup digemari oleh pelanggannya yang terus bertambah. Menurut Lani, menjual makanan atau apapun produknya, sebaiknya adalah produk yang berkualitas dan bercita rasa tinggi, sehingga konsumen tidak merasa kecewa ataupun dirugikan. Dengan demikian, usia bisnis pun dapat bertahan lama.
Lani mengungkapkan bahwa untuk membuat menu bandeng presto, bukan hal yang sederhana. Proses pengolahan bandeng presto merupakan proses pengolahan menu makanan yang tergolong rumit. Mulai dari ikan bandeng masih dalam kondisi mentah, kemudian dimasak dengan waktu yang tidak sebentar dan penuh kehati hatian, sampai pada tahapan penyajian yang harus selalu dalam kondisi panas untuk mempertahankan cita rasanya.
Meski harus melalui proses memasak yang tidak mudah untuk menjual bandeng presto sebagai menu andalan di warungnya, Lani mengaku tidak besar dalam mengambil keuntungan. Baginya, berbisnis bukanlah untuk meraup keuntungan sebesar besarnya, melainkan membuat bisnis tetap bertahan dan tidak ditinggalkan konsumen adalah yang harus menjadi prioritas.
Usia Lani yang tidak lagi muda, membuatnya harus menularkan keahlian memasak kepada anak-anaknya. Meski tidak pernah secara langsung mengajarkan keempat anaknya untuk memasak dan berbisnis, anak-anak Lani dengan kreatif dan inisiatifnya mempelajari keahlian memasak ibunya dan membantu usahanya agar bisa berkembang.
Mangestu Bekti (34), anak bungsu Lani yang tekun membantu usaha orangtuanya menyatakan akan melanjutkan usaha warung makan ibunya. Mengingat tenaga ibunya yang tidak lagi muda dan ayahnya yang sudah tidak lagi sekuat dulu. Estu, sapaan akrab Mangestu Bekti, mengaku terus berupaya agar usaha rumahan orangtuanya tetap survive dan bisa berekspansi.
?Kita kan sebagai generasi kedua yang lagi transisi masih bantu-bantu saja, belum pegang resep sepenuhnya, ya kita masih belajarlah. Dan saya juga coba menjadi marketing untuk pemasarannya,? tutur Estu kepada Warta Ekonomi beberapa waktu lalu di Warung Bu Pur yang berlokasi di Jakarta Selatan.
Dengan optimis, Estu pun mulai melebarkan usaha orangtuanya dengan menjangkau bisnis catering. Hal ini karena diakui Estu karena Warung Bu Pur mulai kedatangan order catering.
Berbagai upaya pemasaran pun dilakukan Estu, mulai dari memasarkan produk di internet, hingga memperbaiki kualitas dan kemasannya. Estu meyakini, bahwa usaha catering orangtuanya memiliki potensi dan peluang yang besar karena tidak banyak pesaing dan kualitas produk Warung Bu Pur yang bisa dijaminnya.?
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ning Rahayu
Editor: Rizka Kasila Ariyanthi
Tag Terkait: