Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mentan: WFH ASN Tidak Ganggu Produksi, Petani Tetap Jadi Kunci

Mentan: WFH ASN Tidak Ganggu Produksi, Petani Tetap Jadi Kunci Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dinilai tidak berdampak langsung terhadap sektor pertanian. Produksi pangan disebut tetap berjalan karena aktivitas utama berada di tangan petani di lapangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peran ASN tidak bersentuhan langsung dengan proses produksi. Menurutnya, kegiatan pertanian tetap berlangsung normal meskipun ada pengaturan kerja fleksibel bagi pegawai pemerintah.

“Yang bekerja itu petani, bukan ASN. Jadi, tidak ada pengaruhnya terhadap produksi,” ujarnya dikutip dari ANTARA.

Ia menekankan bahwa keberlanjutan sektor pertanian tidak bergantung pada kehadiran ASN di kantor. Penegasan ini muncul di tengah kekhawatiran publik terkait dampak kebijakan WFH terhadap layanan pemerintah.

Namun, sektor pertanian dinilai memiliki karakter berbeda dibanding sektor administratif lainnya. Di lapangan, aktivitas tanam hingga panen tetap berjalan seperti biasa.

Petani menjadi aktor utama yang memastikan rantai produksi pangan tidak terhenti. Sementara itu, ASN lebih berperan dalam fungsi pendukung seperti pengawasan dan koordinasi.

Peran tersebut masih dapat dijalankan tanpa harus selalu hadir secara fisik di kantor.

Pemerintah juga memastikan kondisi pasokan tetap aman. Stok beras nasional disebut berada dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kita ini stoknya aman, sekitar 4,5 juta ton,” kata Amran.

Ia menilai angka tersebut cukup untuk menjaga stabilitas di tengah berbagai tantangan global.

Selain kebijakan WFH, sektor pertanian juga dihadapkan pada ancaman fenomena iklim seperti El Nino. Namun, pemerintah memastikan langkah antisipasi telah disiapkan untuk menjaga produktivitas.

Baca Juga: Harga Avtur Naik 72%, Bahlil: Masih Lebih Kompetitif Dibanding Negara Lain

Dengan kondisi tersebut, kekhawatiran terhadap gangguan produksi akibat WFH dinilai tidak beralasan.Sektor pertanian tetap berjalan karena ditopang oleh aktivitas nyata di lapangan.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional tidak bertumpu pada birokrasi. Melainkan pada konsistensi kerja petani yang terus menjaga produksi di tengah berbagai tekanan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement