Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Selama Ramadan, Inflasi Jabar Capai 0,64%

        Selama Ramadan, Inflasi Jabar Capai 0,64% Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Bandung -

        Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KpW) Provinsi Jawa Barat menyatakan sepanjang bulan Ramadan dan Idul Fitri periode 2014-2017, rata-rata inflasi Jawa Barat berdasarkan polanya sebesar 0.64% (mtm). Tentunya rerata inflasi tersebut sangat tinggi apabila dibandingkan rerata inflasi diluar Ramadan yang sebesar 0,27% (mtm).

        Kepala Grup Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan SLA BI Jabar, Sukarelawati Permana mengatakan berdasarkan data historis, inflasi periode Ramadan-Idul Fitri di Jawa Barat umumnya mulai terjadi pada saat bulan puasa minggu ke-1 Ramadan, kemudian berlanjut pada saat menjelang Idul Fitri minggu ke-4 Ramadan.?

        "Biasanya di Jabar terjadi inflasi pada minggu 1 dan 4 Ramadan," katanya kepada wartawan di Bandung, Senin (4/6/2018).

        Beberapa komoditas/barang yang menjadi langganan kenaikan harga pada momen tersebut merupakan komoditas/barang kelompok kebutuhan pokok seperti beras, produk hortikultura (cabai merah dan bawang merah) dan produk hasil ternak (daging sapi, daging dan telur ayam ras).

        Menyikapi kenaikan harga-harga tersebut, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov)Jawa Barat serta perbankan Jawa Barat berinisiatif untuk membentuk suatu program kepedulian sosial seklaigus upaya pengendalian inflasi di bulan Ramadan. Adapun program dimaksud yaitu program Pasar Murah yang diselenggarakan tidak hanya di Kota Bandung akan tetapi juga dilaksanakan di Kota Tasikmalaya dan Kota Cirebon.

        Dia menyebutkan pemilihan lokasi penyelenggaraan Pasar Murah yang tidak dilaksanakan di Mall/pusat-pusat perbelanjaan namun lebih mendekati area pasar terutama yang dihitung oleh BPS dengan tujuan untuk memberikan persepsi positif tidak terjadinya gejolak harga yang diakibatkan keterbatasan supply (pasokan tersedia).

        Selain itu, pelaksanaan Pasar Murah yang dilaksanakan pada kesempatan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya gejolak harga yang terjadi pada saat bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri.?

        "Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, dapat membantu mengendalikan inflasi di Jawa Barat," pungkasnya?.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Vicky Fadil

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: