Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Doni Monardo: Vaksin Corona Bisa Ditemukan, Tapi Bisa Juga Tidak

        Doni Monardo: Vaksin Corona Bisa Ditemukan, Tapi Bisa Juga Tidak Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
        Warta Ekonomi -

        Peraturan pemerintah melalui penerapan protokol kesehatan terus digalakkan guna menggugah kesadaran masyarakat bergaya hidup sehat dan bersih dalam mencegah penyebaran virus Covid-19. Salah satu yang paling krusial dari protokol kesehatan yakni menjaga jarak diri atau physical distancing.

        Sebagaimana menurut rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), jarak aman yang dianjurkan dalam physical distancing adalah satu hingga dua meter.

        Kendati protokol kesehatan seperti jaga jarak dan lainnya sudah sering disebar luaskan melalui berbagai media, namun hal itu masih sulit dilakukan. Hal itu pula yang diungkapkan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Gugus Tugas Nasional), Doni Monardo.

        Baca Juga: Gugus Tugas Nasional: Bertambahnya Kasus Positif Bukan Berarti Keadaan Semakin Buruk

        Padahal apabila hal itu dilakukan maka Covid-19 dapat dikendalikan. "Jaga jarak mudah diucapkan, tapi masih sulit untuk dilakukan," ungkap Doni, belum lama ini.

        Menurut sosok yang juga Kepala BNPB tesebut, penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 itu tidak akan mudah ditularkan apabila masyarakat disiplin.

        "Seperti yang saya sudah katakan, tiga kunci utama dalam memutus kunci penanganan Covid-19 adalah disiplin, disiplin, dan disiplin," ujar Doni.

        Kemudian, ketika bicara mengenai puncak COVID-19, Doni mengatakan bahwa hal itu semestinya tidak akan terjadi dengan kedisiplinan yang tinggi. Menurut Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, hingga hari ini belum ada ahli atau pakar yang dapat mengukur dan memastikan kapan pandemi COVID-19 akan berakhir. Seluruh dunia saat ini sedang berlomba untuk membuat dan mendapatkan vaksinnya.

        Dalam hal ini, ada kemungkinan menurut pakar bahwa manusia akan hidup lebih lama dengan Covid-19. Sebagaimana beberapa jenis penyakit yang lain seperti HIV-AIDS, yang mana sampai hari ini belum ada obat atau vaksinnya.

        "Belum ada pakar yang bisa memastikan kapan akan berakhir. Bisa jadi manusia akan hidup lama dengan Covid-19. Vaksin bisa ditemukan atau tidak ditemukan, seperti HIV," jelasnya.

        Melihat kondisi tersebut, maka sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo bahwa dalam hal ini masyarakat harus dapat hidup berdampingan dengan Covid-19.

        Adapun berdampingan pada konteks ini bukan berarti menyerah, namun beradaptasi untuk tetap aman Covid-19 dan tetap produktif.

        "Berdampingan (dengan Covid-19), bukan berarti menyerah, akan tetapi kita harus beradaptasi. Bagaimana kita tetap melakukan aktivitas, tapi tidak terpapar Covid-19," tegas Doni.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Cahyo Prayogo

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: