Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Perkuat Identitas Bangsa Melalui Konten Kreatif Berbasis Budaya Lokal

Perkuat Identitas Bangsa Melalui Konten Kreatif Berbasis Budaya Lokal Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Nganjuk -

Dalam rangka mewujudkan Indonesia Makin Cakap Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo RI) menyelenggarakan webinar #MakinCakapDigital2024 untuk segmen komunitas di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur bertemakan “Konten Kreatif Berbasis Budaya Lokal” pada Kamis (16/5/2024).

Survei dari We Are Social dan Kepios 2022 menyebutkan, pengguna internet di Indonesia terus bertambah setiap tahunnya, kini bahkan mencapai 204 juta pengguna atau sudah digunakan oleh 73,7 persen penduduk Indonesia.

Sejumlah 80,1 persen penduduk Indonesia menggunakan internet untuk mencari informasi dan dapat menghabiskan waktu 8 jam 36 menit dalam satu hari menggunakan internet.

Indeks literasi digital Indonesia pada 2023 berada di angka 3,65 dari skala 1-5. Angka ini berada di tingkat sedang, sekaligus menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 3,54.

Peningkatan literasi digital secara merata semakin urgen agar masyarakat lebih produktif. Setiap individu perlu memanfaatkan kecakapan digital untuk melestarikan budaya lokal. Ketua RTIK Jatim, Dosen UII Dalwa, Praktisi Digital Media, Novianto Puji Raharjo mengatakan, pembuatan konten digital yang menarik dan interaktif merupakan wujud memamerkan budaya lokal kepada khalayak luas.

Masyarakat sekarang ini bisa memanfaatkan platform media sosial untuk mempromosikan acara budaya, berbagi cerita, dan terhubung dengan penggemar budaya. Ada beberapa dampak positif konten kreatif berbasis budaya.

Baca Juga: Pemetaan Daya Saing Jadi Kunci dalam Menyambut Kecemerlangan Ekonomi Digital Indonesia

“Memperkuat identitas dan rasa bangga lokal di antara masyarakat. Meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap budaya lokal di tingkat nasional dan internasional,” kata Novianto saat menjadi pembicara webinar Makin Cakap Digital 2024 untuk segmen komunitas di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/5/2024).

Pembuatan konten kreatif berbasis budaya lokal juga dapat mendorong revitalisasi tradisi dan seni budaya lokal, kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal. Sehingga, setiap individu bisa berkontribusi membangun masa depan lebih cerah untuk budaya lokal dan komunitasnya.

Sekretaris Relawan TIK Jember, Pegiat Digital dan Owner Homestudio, Muhammad Andrian Dhimas Nadindra menambahkan, masyarakat perlu menerapkan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan kecakapan digital dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara.

“Ayo kita sama-sama mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika di media digital dan dunia nyata,” kata Andrian.

Masyarakat perlu menyadari pengguna media sosial berasal dari seluruh dunia. Sehingga setiap individu harus menghargai setiap perbedaan, seperti yang diajarkan pada Sila Pertama.

Dalam kesempatan sama, Pekerja Seni, Tike Priatnakusumah menyebutkan, pemahaman etika digital menjadi modal penting bagi masyarakat dalam berinteraksi di ruang digital. Tanpa etika yang baik, media sosial justru akan banyak mendatangkan kerugian dan kesusahan bagi penggunanya.

Beberapa kerugian akibat kurangnya etika, seperti terjadi cyberbullying, menimbulkan intimidasi, munculnya berita bohong atau hoaks, hingga penyebaran kebencian. Imbasnya timbul kegaduhan, perpecahan di masyarakat, dan tindak pidana.

Baca Juga: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional Melalui Digitalisasi UMKM

“Kita harus berkomunikasi dengan baik, tidak menggunakan kata-kata kasar dan makian,” kata Tike.

Kegiatan Makin Cakap Digital 2024 merupakan rangkaian program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI. Program ini bertujuan meningkatkan literasi digital 50 juta masyarakat di Indonesia.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya, yaitu Ketua RTIK Jatim, Dosen UII Dalwa, Praktisi Digital Media, Novianto Puji Raharjo, Relawan TIK Jember, Pegiat Digital, dan Owner Homestudio, Muhammad Andrian Dhimas Nadindra, dan Pekerja Seni, Tike Priatnakusumah sebagai key opinion leader (KOL).

Adapun informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dapat diakses melalui Website literasidigital.id atau akun Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Literasi Digital Kominfo dan YouTube Literasi Digital Kominfo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: