Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dorong UMKM Bangkit, Kemenkominfo Luncurkan Gernas BBI

        Dorong UMKM Bangkit, Kemenkominfo Luncurkan Gernas BBI Kredit Foto: Bernadinus Adi Pramudita
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Komunikasi dan Infomatika (Kemenkominfo) meluncurkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dengan tema #KitaBelaKitaBeli. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate menyatakan bahwa Gernas BBI merupakan titik penting bagi kebangkitan Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Ultra Mikro (UMKM/UMi).

        "Gernas BBI hadir untuk mendorong transformasi digital UMKM/UMi di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) melalui pemberian stimulus maupun fasilitasi UMKM dan Ultra Mikro," jelasnya dalam Konferensi Pers Virtual Gernas BBI #KitaBelaKitaBeli dari Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Kamis (16/7/2020).

        Baca Juga: Dikunjungi Dubes Qatar, Menkominfo Bicarakan...

        Menurut Johnny, Gernas BBI hadir untuk meningkatkan kesadaran konsumen Indonesia guna makin memanfaatkan teknologi dan membeli produk UMKM/UMi dalam negeri. Mulai tanggal 16 Juli s.d. 31 Juli 2020, Kemenkominfo mengoordinasikan kegiatan BBI  dengan tema "Kita Bela Kita Beli". Acara ini berlangsung dua mingguan dan dilaksanakan oleh masing-masing kementerian dan lembaga dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi sebagai pengarah.

        "Selama masa pandemi ini, UMKM/UMi mengalami tantangan dan juga harus melakukan berbagai penyesuaian, termasuk peralihan aktivitas usaha ke ruang-ruang digital," tuturnya.

        Menkominfo menegaskan kembali potensi UMKM/UMi di Indonesia yang sangat besar. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, terdapat 64 juta UMKM/UMi di Indonesia yang berkontribusi hingga 60% pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional.

        "Sektor UMKM/UMi adalah soko guru perekonomian negara kita," katanya.

        Menkominfo menyebutkan, total anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp607,65 triliun dengan alokasi sebesar Rp123,46 triliun bagi UMKM/UMi.

        "Jumlah ini diharapkan dapat membantu UMKM/UMi di masa pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan juga memberikan insentif pajak dengan pembebasan pembayaran PPh final 0,5% kepada para pelaku UMKM/UMi untuk masa pajak April sampai dengan September 2020 selama pandemi Covid-19," paparnya.

        Di samping pemberian stimulus finansial, Gernas BBI #KitaBelaKitaBeli juga mengupayakan stimulus dalam bentuk pelatihan ataupun pendampingan.

        "Terutama untuk fasilitasi penyesuaian peralihan aktivitas bisnis UMKM/UMi ke ruang-ruang digital atau yang disebut sebagai digital onboarding. Aspek ini harus dimaksimalkan, mengingat dari 64 juta UMKM/UMi di Indonesia, baru sekitar 9,4 juta atau 14,6% UMKM/UMi yang sudah go-online," jelas Menteri Johnny.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Bernadinus Adi Pramudita
        Editor: Puri Mei Setyaningrum

        Bagikan Artikel: