- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Bikin Ngiler! Punya Perusahaan Migas, Pundi-pundi Suami Puan Maharani Kian Melambung
Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Hapsoro Sukmonohadi atau yang biasa dipanggil Happy Hapsoro suami dari Puan Maharani ini diketahui merupakan bos besar dari PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) perusahaan yang melaksanakan bisnis di bidang layanan atau layanan distribusi gas alam, pengadaan dan pengelolaan bongkar-muat kontainer, layanan pengisian dan transportasi ke silinder gas LPG.
Menantu dari Megawati Soekaarnoputri ini tercatat menguasai sebesar 32,59% atau 1,37 miliar saham di PT Rukun Raharja Tbk. Dengan meningkatnya harga saham PT Rukun Raharja Tbk dalam kurun waktu satu tahun terakhir pun membuat kekayaan Happy Hapsoro melambung.
Saham RAJA sendiri berdasarkan data dari RTI telah meroket 93,55% dalam kurun waktu satu tahun terakhir atau sebesar Rp82 per saham.
Baca Juga: Seger Banget! Saat Susah Gini Suami Puan Maharani Dapat Proyek Triliunan Rupiah Buat Bangun Pipa Gas
Alhasil, pundi-pundi Happy Hapsoro ikut terkerek, jika pada tahun lalu nilai dari total saham yang dimilikinya di saham RAJA hanya sebesar Rp217,7 miliar, per hari ini melonjak menjadi Rp330,68 miliar. Artinya, dalam waktu satu tahun saja, kekayaan Happy Hapsoro telah melejit Rp112,98 miliar.
Sementara itu, pada perdagangan Senin 22 Maret 2021, saham RAJA menguat 3,45% atau 8 poin ke posisi Rp240 per saham dari sebelumnya Rp232 per saham.
Dimana, saham RAJA semnpat berada di level tertinggi Rp254 dan terendah Rp234 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 14.672 kali dengan nilai transaksi Rp 48,8 miliar.
Garap Proyek Pipa Senilai Rp4,2 triliun
Penguatan saham RAJA ini sejalan dengan rencana perseroan yang menjalin Kerjasama operasi atau joint operation dengan PT Pertamina Gas (Pertagas).
Nantinya, RAJA dan Pertagas akan melaksanakan proyek pembangunan dan pengoperasian pipa minyak bumi koridor Balam-Bangka-Dumai dari Koridor Minas-Duri-Dumai yang nilainya mnecapai US$300,62 juta atau Rp4,2 triliun (kurs Rp14.476)
Pertagas dan RAJA masing-masing memiliki partisipasi kontribusi pendanaan sebanyak 75% dan 25% dari nilai pendanaan sehingga kontribusi pendanaan dari Perseroan adalah sebesar US$75,15 juta atau Rp1,08 triliun.
Nilai Transaksi ini adalah sebesar US$75,15 juta tersebut merupakan 62% dari nilai ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan untuk periode bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2020 sehingga Transaksi ini merupakan Transaksi Material sesuai POJK nomor No.17/POJK.04/2020.
Nilai Transaksi ini adalah sebesar US$75,15 juta tersebut merupakan 62% dari nilai ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan untuk periode bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2020 sehingga Transaksi ini merupakan Transaksi Material sesuai POJK nomor No.17/POJK.04/2020.
Alhasil, perseroan pun memerlukan persetujuan pemegang saham terlebih dahulu untuk menggarap proyek ini yang akan dilakukan pada RUPS yang akan digelar pada Selasa, 27 April 2021.
Direktur Utama RAJA, Djauhar Maulidi mengugkapkan bahwa dengan adanya proyek tersebut RAJA akan dapat mengembangkan usahanya dan melakukan ekspansi usahanya di bidang pengangkutan minyak dan gas bumi melalui pipa.
“Kami berharapk setelah rencana Transaksi menjadi efektif, dapat meningkatkan posisi Perseroan secara signifikan dalam kegiatan usahanya dan pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan Pemegang Saham ," ujarnya, dalam keterbukaan Informasi, Senin 22 Maret 2021.
Dirinya pun berharap dapat meningkatkan laba di masa yang akan mendatang dan meningkatkan daya tarik investasi Perseroan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: