Gak Percaya Ucapan Slamet Maarif 212, 'Kuliahnya Aja di UTM (Universitas Terbuka Monas)'

Gak Percaya Ucapan Slamet Maarif 212, 'Kuliahnya Aja di UTM (Universitas Terbuka Monas)' Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Komentator politik Rudy S Kamri menuding pentolan Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif bisa dikenakan delik pasal 160 KUHP karena menghasut supaya melakukan sesuatu perbuatan yang  melawan hukum.

"Ini sudah terang benderang melawan keputusan pemerintah, mohon ini aparat bertindak dengan tindakan provokasi, bahaya ini, jangan sampai semua orang ngomong seenaknya sendiri," kata Rudy.

Ia menilai bahwa pemerintah dengan memberikan vaksin covid gratis bertujuan baik dan tidak ingin rakyatnya tertular virus corona.

Ia pun menuding, reputasi Slamet tak bisa dipercaya karena memang dikenal sebagai pentolan PA 212 yang anti pemerintah.

"PA 212 ini kelompok komunitas yang kuliah di Universitas Terbuka Monas, kuliahnya dari subuh hingga menjelang Ashar, dan lansung lulus dan bisa menyebut dirinya "alumni"," terangnya.

Sebelumnya, Slamet Maarif mengajak pembangkangan jika pemerintah tak memberikan vaksin halal. Slamet pun meminta pemerintah menjalankan Putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan permohonan uji materiil YKMI (Yayasan Konsumen Muslim Indonesia) atas Perpres No. 99/2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi.

Apabila Pemerintah abai terhadap putusan tersebut, Ustad Slamet menyerukan untuk menggugat Pemerintah dan menolak dengan keras.

Karena itu, menurutnya, Pemerintah harus segera menyiapkan vaksin halal dan meninggalkan vaksin yang jelas-jelas sudah haram.

"Rakyat mesti gugat pemerintah dan jika dengan sengaja pemerintah tidak mau menyiapkan vaksin halal, saya serukan rakyat terutama muslim-muslim untuk melakukan pembangkangan massal," katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel: