Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Redam Konflik AS-Israel dan Iran, PBNU Minta Prabowo Manfaatkan Posisi di Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Redam Konflik AS-Israel dan Iran, PBNU Minta Prabowo Manfaatkan Posisi di Dewan Perdamaian Bentukan Trump Kredit Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, mengutuk keras serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dalam pernyataan resminya yang diterima pada Senin (2/3/2026), tokoh yang akrab disapa Gus Yahya itu menilai serangan tersebut sebagai tindakan brutal yang berpotensi merusak tatanan internasional dan memicu konflik global yang tidak terkendali.

"Serangan AS dan Israel atas Iran adalah tindakan brutal yang kembali merusak tatanan internasional bahkan berpotensi memicu konflik global yang tidak terkendali serta menciptakan alasan bangkitnya kembali radikalisme dan ekstremisme. Saya mengutuk keras," katanya.

Gus Yahya juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat serangan tersebut.

Ia mengajak seluruh umat Islam dan komunitas internasional untuk mendoakan bangsa Iran agar diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi situasi yang sulit.

Meski mengutuk serangan AS dan Israel, Gus Yahya turut menyayangkan langkah Iran yang melakukan serangan balasan ke sejumlah negara. Menurutnya, tindakan tersebut berisiko memperburuk situasi dan semakin menyulitkan upaya penyelesaian konflik.

"Kita semua paham itu kemarahan dan menyasar titik-titik yang diduga menjadi tempat tentara Amerika. Namun apa pun, serangan itu justru akan memperburuk situasi,” ujarnya.

PBNU pun menyerukan masyarakat internasional untuk berkonsolidasi menegakkan kembali konsensus tatanan dunia dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai pilar utama, agar lembaga tersebut dapat menjalankan fungsinya secara efektif sebagai penjaga stabilitas global.

Selain itu, Gus Yahya mendorong Pemerintah Indonesia mengambil peran aktif dalam mengupayakan deeskalasi konflik menuju resolusi damai yang beradab dan bermartabat.

Ia juga berharap pemerintah memanfaatkan posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian di mana, Indonesia berada dalam satu organisasi bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan di situ ada pula keanggotaan Israel, dan pihak-pihak terkait lainnya agar menghentikan kekerasan serta menempuh jalur damai.

“Ini amanat konstitusi kita,” pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel: