Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        SKK Migas dan KKKS Targetkan Rekaktivasi 1.086 Sumur Idle pada 2023

        SKK Migas dan KKKS Targetkan Rekaktivasi 1.086 Sumur Idle pada 2023 Kredit Foto: SKK Migas
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menargetkan akan melakukan kegiatan reaktivasi sumur idle lebih banyak lagi yang mencapai 1.086 sumur idle dengan perkiraan produksi awal mencapai 38.000 barel oil per day (BOPD). 

        Sedangkan hingga akhir tahun 2022 dapat menyelesaikan kegiatan reaktivasi 800+ sumur idle melalui pekerjaan workover dan well services di tahun 2022. Keberhasilan melakukan reaktivasi sumur idle tersebut diperkirakan memberikan tambahan produksi minyak sebesar 16.000 BOPD. 

        Peningkatan kegiatan reaktivasi sumur idle menjadi salah satu kesepakatan dalam kegiatan rapat koordinasi (Rakor) evaluasi pelaksanaan dan perencanaan sumur idle 2022-2023 yang diselenggarakan oleh Divisi Perencanaan Eksploitasi SKK Migas untuk kedua kalinya dan berlangsung selama tiga hari tanggal 12-14 Desember 2022 di Bandung. 

        Baca Juga: SKK Migas Pastikan Pasokan Gas Industri Pupuk Aman

        Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo mengatakan rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kinerja reaktivasi Idle Well tahun 2022, melakukan update pendataan status sumur idle, serta mendiskusikan isu dan tantangan rencana reaktivasi di tahun 2023.  

        Wahju menambahkan bahwa Rakor ini juga merupakan salah satu implementasi Program Charter dari strategic pillars Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0 yaitu Idle Well and Fields Rejuvenation & Production Efficiency (PC.1C). Program Charter ini bertujuan untuk mengoptimalkan dan meningkatkan produksi pada lapangan existing melalui restorasi sumur idle.

        "Saat ini dari sekitar 10.000 sumur yang masuk kriteria  sumur idle, SKK Migas telah memulai melakukan kegiatan reaktivasi secara agresif sejak tahun 2021 yang mencapai 662 sumur meningkat dibandingkan kegiatan reaktivasi tahun 2020 yang sebanyak 326 sumur. Pada work program & budget (WPnB) 2022 disepakati untuk melakukan kegiatan reaktivasi sumur idle sebanyak 725 sumur," ujar Wahju dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (14/12/2022). 

        Lanjutnya, ia menyampaikn terima kasih kepada KKKS yang mendukung upaya kerja keras  dan masif, serta dengan cara-cara yang out of the box sehingga realisasi reaktivasi sumur idle tahun 2022 hingga akhir tahun nanti diproyeksikan bisa mencapai 800 lebih sumur. 

        "Kami juga memberikan mengapresiasi atas hasil  WP&B 2023 yang telah menetapkan jumlah program reaktivasi sumur idle di tahun 2023 yang mencapai 1.086 sumur idle dengan perkiraan produksi awal mencapai 38.000 BOEPD," ujarnya. 

        Menurutnya, keseriusan SKK Migas untuk mendorong peningkatan produksi minyak melalui reaktivasi idle well menjadi salah satu agenda dalam The 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (ICIUOG) yang dilaksanakan November 2022 di Bali. 

        Pada kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) batch 1 kerja sama aliansi strategis reaktivasi sumur idle Pertamina Regional 1 dengan enam Provider Teknologi.

        Sebagai tindak lanjut dari rakor ini diharapkan dapat menstimulasi upaya optimasi pengelolaan aset sehingga yang idle dapat kembali beroperasi dan memberikan tambahan produksi.  

        “Kita harapkan aset-aset yang tidur kembali bisa berkontribusi, baik itu sumuran, lapangan, maupun fasilitas produksi untuk mendukung upaya peningkatan produksi Migas nasional, sehingga memberikan kontribusi yang optimal dalam upaya mencapai target produksi minyak dan gas di tahun 2030, yaitu produksi minyak 1 juta BOPD dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD)," ungkapnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Djati Waluyo
        Editor: Rosmayanti

        Bagikan Artikel: