Indonesia Timur Rajai Pertumbuhan Kredit Nasional, Risiko Gagal Bayar Cuma 1%
Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti lonjakan pertumbuhan outstanding pembiayaan di wilayah Indonesia Timur sebagai sinyal kuat potensi perluasan akses keuangan nasional. Per April 2025, tiga provinsi mencatat pertumbuhan tahunan (year-on-year/yoy) tertinggi dengan tingkat kredit bermasalah (TWP90) tetap terkendali.
"Per April 2025, Pertumbuhan outstanding pembiayaan tertinggi secara year- on-year dengan TWP90 relatif kecil dicatat oleh 3 provinsi di wilayah Indonesia Timur, tutur Agusman, Kepala Ekesekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan dikutip Kamis (5/6).
Provinsi Maluku Utara memimpin dengan pertumbuhan pembiayaan mencapai 146,63% yoy, diikuti Maluku sebesar 97,47% yoy, dan Sulawesi Tenggara sebesar 95,85% yoy. Menariknya, ketiga provinsi tersebut juga mencatat TWP90 di bawah 2%, masing-masing 1,01% untuk Maluku dan Maluku Utara, serta 1,59% untuk Sulawesi Tenggara.
Menurut Agusman, capaian ini mencerminkan besarnya potensi pembiayaan yang masih bisa dikembangkan di luar Pulau Jawa, terutama di kawasan timur Indonesia.
"Berdasarkan data tersebut, potensi peningkatan pembiayaan di luar Pulau Jawa masih besar, termasuk di wilayah Indonesia Timur," tutup Agusman.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ida Umy Rasyidah
Editor: Ida Umy Rasyidah
Tag Terkait: