Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pembiayaan Alat Berat Tembus Rp47 Triliun, Naik 1,09%

Pembiayaan Alat Berat Tembus Rp47 Triliun, Naik 1,09% Kredit Foto: Kementerian ESDM
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kebijakan pemerintah memangkas kuota produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) menjadi 600 juta ton berpotensi menekan permintaan pembiayaan alat berat, khususnya dari sektor pertambangan meskipun pada Maret 2026, penyaluran pembiayaan alat berat oleh industri masih catatkan pertumbuhan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, mengatakan pembiayaan alat berat multifinance per Maret 2026 masih tumbuh secara tahunan.

“Penyaluran pembiayaan alat berat oleh multifinance pada Maret 2026 meningkat 1,09% year on year menjadi sebesar Rp47,24 triliun atau memiliki porsi 8,69% dari total pembiayaan industri multifinance,” ujarnya dalam lembar jawaban tertulis, Jumat (15/5/2026).

Meski bertumbuh, OJK melihat kebijakan penyesuaian produksi batu bara itu bisa memberikan tekanan terhadap permintaan pembiayaan di sektor alat berat. Terlebih, selama ini industri tersebut menjadi salah satu penyerap utama pembiayaan alat berat multifinance.

Dengan adanya penurunan kuota produksi batu bara, bisa memengaruhi kebutuhan perusahaan tambang terhadap alat berat baru maupun pembiayaan ekspansi.

“Kebijakan penyesuaian kuota produksi batu bara dalam RKAB berpotensi memengaruhi permintaan pembiayaan alat berat, khususnya dari sektor pertambangan,” kata Agusman.

Maka dari itu, langkah diversifikasi pembiayaan menjadi penting agar perusahaan multifinance bisa survive dan stabil sehingga tidak terlalu bergantung pada sektor pertambangan.

“Oleh karena itu, upaya diversifikasi pembiayaan menjadi penting, antara lain dengan memperluas ke sektor lain yang memiliki prospek pertumbuhan, untuk menjaga kinerja industri multifinance yang stabil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri