Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ini Bukan Denda Biasa! Persipura Kena Hukuman Paling Sadis dari PSSI, Banding Diajukan!

Ini Bukan Denda Biasa! Persipura Kena Hukuman Paling Sadis dari PSSI, Banding Diajukan! Kredit Foto: Persipura
Warta Ekonomi, Jakarta -

Manajemen Persipura Jayapura berencana mengajukan banding atas keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang menjatuhkan sanksi berat berupa larangan bermain dengan penonton selama satu musim kompetisi 2026/2027 serta denda sebesar Rp240 juta.

Klub berjuluk Mutiara Hitam itu menilai hukuman tersebut terlalu berat dan sangat merugikan tim, terutama karena harus menjalani satu musim penuh tanpa dukungan suporter di stadion.

Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tommy Mano, menyampaikan bahwa pihaknya akan menggunakan hak banding dalam waktu 14 hari sejak putusan diterima. Ia menegaskan bahwa larangan bermain tanpa penonton dalam jangka satu musim memberikan dampak besar, baik secara finansial maupun mental bagi pemain.

Menurutnya, dukungan suporter merupakan bagian penting dalam pertandingan kandang Persipura. Pihak klub juga menyoroti besarnya dukungan suporter selama ini. Persipura disebut menjadi salah satu klub dengan jumlah penonton terbanyak di kompetisi Championship saat bermain di kandang.

Menurut manajemen, kehadiran suporter tidak hanya berdampak pada atmosfer pertandingan, tetapi juga pada pendapatan klub dari tiket dan motivasi pemain di lapangan.

Sanksi dari Komdis PSSI dijatuhkan setelah terjadinya kerusuhan usai pertandingan Persipura menghadapi Adhyaksa FC pada babak playoff di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, 8 Mei 2026.

Dalam keputusan sidang pada 13 Mei 2026, Komdis PSSI menyatakan Persipura melanggar Kode Disiplin karena adanya suporter yang masuk ke area lapangan setelah pertandingan berakhir. Keputusan tersebut dituangkan dalam surat resmi Nomor 245/L2/SK/KD-PSSI/V/2026 yang ditandatangani Ketua Komite Disiplin PSSI Umar Husin.

Manajemen Persipura menilai hukuman ini tidak hanya berdampak pada aspek olahraga, tetapi juga kondisi finansial klub. Biaya operasional seperti transportasi, akomodasi, hingga kebutuhan tim disebut sudah tinggi, sehingga kehilangan pendapatan dari laga kandang tanpa penonton akan menjadi beban tambahan.

Baca Juga: Herdman Blak-blakan! Tak Lagi Andalkan Pemain Senior, Timnas Indonesia Fokus Talenta Muda untuk 2030

Kasus Persipura Jayapura menunjukkan bagaimana pelanggaran suporter dapat berujung pada sanksi besar dari Komdis PSSI, termasuk larangan bermain dengan penonton selama satu musim penuh.

Di sisi lain, klub memilih untuk menempuh jalur banding karena menilai hukuman tersebut terlalu berat dan berdampak luas terhadap tim serta pendukungnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama