Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tanpa Bunga! SLJ Global (SULI) Terima Pinjaman Rp25,86 Miliar dari Presdir

        Tanpa Bunga! SLJ Global (SULI) Terima Pinjaman Rp25,86 Miliar dari Presdir Kredit Foto: Antara/Reno Esnir
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT SLJ Global Tbk (SULI) melaporkan transaksi afiliasi berupa penerimaan Shareholder Loan dari Amir Sunarko (AS), yang menjabat sebagai Presiden Direktur Perseroan. Jumlah pinjaman mencapai SGD2.000.000 atau sekitar Rp25.867.510.000 dan setara dalam USD1,558,810.

        “Pada tanggal 24 Desember 2025 Perseroan dan AS melakukan transaksi afiliasi dengan menandatangani Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham. Di dalam perjanjian tersebut, perjanjian akan berlaku efektif apabila uang pinjaman tersebut telah diterima di rekening Perseroan, yang mana Perseroan telah menerima uang pinjaman tersebut pada tanggal 31 Desember 2025,” kata manajemen.

        Sebagai perusahaan yang bergerak di industri pengolahan kayu terpadu, SLJ Global menjalankan kegiatan usaha di bidang pengembangan dan pemanfaatan hasil hutan alam, termasuk aktivitas perdagangan impor dan ekspor. Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan pembelian bahan baku dan bahan pendukung operasional telah mendorong peningkatan saldo utang usaha sejak 2020, yang pada akhirnya menekan rasio likuiditas Perseroan. 

        Baca Juga: Cari Modal, SULI Berencana Private Placement 632,07 Juta Saham

        Dalam konteks tersebut, Amir Sunarko yang juga merupakan pemegang saham mayoritas Perseroan melalui Naturverse Inc Pte. Ltd., berinisiatif secara pribadi memberikan dana pinjaman kepada perusahaan. “Perseroan akan menggunakan dana pinjaman tersebut untuk menunjang kelangsungan usaha Perseroan. Pinjaman yang diberikan tanpa bunga sehingga lebih rendah dibandingkan tingkat bunga pinjaman modal kerja yang diberikan oleh perbankan,” ujar manajemen.

        Manajemen menegaskan, transaksi ini tidak tergolong sebagai transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020, karena nilai transaksi tidak mencapai 20% dari nilai ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2025.

        Berdasarkan proforma laporan posisi keuangan konsolidasian, Shareholder Loan sebesar USD1.550.810 akan digunakan untuk membayar liabilitas jangka pendek senilai USD2.156.983. Dengan demikian, posisi liabilitas jangka pendek yang sebelumnya sebesar USD23.404.343 akan turun menjadi USD22.798.170 setelah transaksi ini.

        Baca Juga: CDIA Kantongi Fasilitas Pinjaman USD200 Juta dari Bangkok Bank

        Selain memperbaiki struktur neraca, fasilitas pinjaman tanpa bunga ini juga diproyeksikan dapat menekan beban keuangan Perseroan di masa mendatang.

        Pinjaman tersebut dinilai sangat menguntungkan karena tidak dikenakan bunga serta memiliki fleksibilitas pelunasan hingga 31 Maret 2026. Skema ini memberikan ruang napas bagi arus kas Perseroan untuk dialokasikan pada aktivitas yang lebih produktif.

        “Dengan diperolehnya Shareholder Loan tersebut, perseroan memproyeksikan adanya akselerasi pada kinerja produksi dan volume penjualan yang lebih agresif, yang pada akhirnya diharapkan dapat membalikkan tren negatif keuangan menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan serta meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap stabilitas perusahaan,” pungkas manajemen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: