Kredit Foto: Azka Elfriza
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi nasional sepanjang 2025 mencapai 2,92%, dengan inflasi bulanan pada Desember 2025 sebesar 0,64%. Capaian tersebut mencerminkan stabilitas harga secara agregat, meskipun tekanan inflasi masih bervariasi antarwilayah dan kelompok pengeluaran.
“Terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 1,23% dengan IHK sebesar 108,60,” ujar Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini saat acara Jumpa Pers Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor Pusat BPS, Senin (1/5/2026).
Baca Juga: BI Rate Berpotensi Tertahan Akibat Risiko Inflasi 2026
Pudji menjelaskan, secara tahunan, inflasi tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Aceh sebesar 6,71% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 114,40. Sementara itu, Sulawesi Utara menjadi provinsi dengan inflasi terendah sepanjang 2025.
Di tingkat kabupaten dan kota, BPS mencatat disparitas inflasi yang lebih lebar. Inflasi tertinggi secara year on year (yoy) terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 10,84% dengan IHK 119,24. Kondisi ini menunjukkan perbedaan tekanan harga yang cukup signifikan di tingkat daerah.
Sepanjang 2025, inflasi nasional didorong oleh kenaikan indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan laju sebesar 4,58%. Kelompok pakaian dan alas kaki juga mencatat inflasi sebesar 0,66%.
Tekanan harga turut terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi 1,62%. Selanjutnya, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga meningkat 0,20%, sedangkan kelompok kesehatan mencatat inflasi sebesar 1,83%.
Baca Juga: Rupiah dan Inflasi Stabil, Perbanas Optimistis Ekonomi 2026
Kelompok transportasi mencatat inflasi 1,23%, diikuti kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,17%, serta kelompok pendidikan yang mengalami inflasi 1,22%.
“Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,46%, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,33%,” tuturnya.
Di tengah kenaikan mayoritas kelompok pengeluaran tersebut, BPS mencatat satu kelompok yang mengalami penurunan indeks harga. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tercatat mengalami deflasi sebesar 0,28% sepanjang 2025, sehingga turut menahan laju inflasi nasional.
BPS menilai dinamika inflasi 2025 menunjukkan stabilitas harga secara umum, meskipun perbedaan tekanan harga antarwilayah dan kelompok pengeluaran masih menjadi perhatian dalam pemantauan perkembangan inflasi nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: