Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai perdagangan Indonesia dengan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah pada Januari 2026 tetap signifikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di wilayah tersebut.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, memaparkan nilai ekspor Indonesia ke beberapa negara Timur Tengah bervariasi.
Ekspor terbesar ditujukan ke Uni Emirat Arab sebesar US$367,5 juta, disusul Mesir senilai US$224,1 juta. Selanjutnya, ekspor ke Arab Saudi mencapai US$85,7 juta, sementara ekspor ke Iran tercatat sebesar US$18,5 juta.
“Dan ke Iran sendiri itu nilai ekspor kita 18,5 juta dolar AS pada kondisi Januari tahun 2026,” ujar Ateng di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Dari sisi impor, Indonesia mencatat nilai pembelian barang terbesar berasal dari Arab Saudi sebesar US$391,4 juta, diikuti Uni Emirat Arab senilai US$355,2 juta.
Sementara itu, impor dari Oman mencapai US$131,1 juta dan impor dari Iran tercatat sebesar US$2,1 juta.
Sebelumnya, BPS mencatat total nilai impor Indonesia pada Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar. Angka tersebut meningkat 18,21% dibandingkan Januari 2025 secara tahunan.
Baca Juga: BPS Kaji Dampak Perdagangan RI jika Jalur Selat Hormuz Terganggu
Baca Juga: Kunjungan Wisman Januari Turun 17%, BPS Ungkap Penyebabnya
Baca Juga: BPS Catat Harga Beras Turun Bulanan, Tapi Naik Secara Tahunan
Tiga negara utama asal impor nonmigas Indonesia pada Januari 2026 adalah Tiongkok, Australia, dan Jepang dengan kontribusi gabungan mencapai 54,92%.
Tiongkok masih menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai US$7,89 miliar atau setara 43,75%. Posisi berikutnya ditempati Australia sebesar US$1,07 miliar (5,92%) dan Jepang sebesar US$0,95 miliar (5,25%).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: