Kredit Foto: Perusahaan Gas Negara
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), selaku Subholding Gas Pertamina, sukses mencatatkan dampak ekonomi signifikan melalui program CSR "Pendekar Dewa" di Desa Pagardewa, Muara Enim. Lewat intervensi strategis, emiten bersandi saham PGAS ini berhasil mendongkrak pendapatan petani karet hingga 33,3% pada tahun 2025.
Berdasarkan data perusahaan, pendapatan petani karet yang tergabung dalam program ini kini menyentuh angka Rp57,6 juta per tahun. Lonjakan ini dipicu oleh efisiensi rantai pasok melalui Program Stasiun Lateks yang memangkas perantara penjualan, serta stabilisasi harga di tingkat lokal yang selama ini menjadi tantangan utama warga.
Tak hanya menyasar sektor perkebunan, PGN juga memperkuat portofolio ekonomi kreatif desa dengan menyerahkan sarana wisata edukatif Danau Kemiri kepada Pemerintah Desa Pagardewa pada Senin (12/1/2026). Fasilitas yang mencakup playground, gerai UMKM, hingga amphitheater ini terbukti menjadi mesin uang baru bagi warga.
Baca Juga: Sasar Sektor Industri, PGN Pasok Gas Gumi ke Bumi Menara Internusa Lamongan
Sepanjang tahun 2025, kawasan Danau Kemiri mencatatkan lonjakan kunjungan hingga 6.554 orang. Pertumbuhan kunjungan ini berbanding lurus dengan performa finansial wisata yang meroket 191% dengan total pendapatan mencapai Rp92,48 juta.
Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana, menegaskan bahwa program ini dirancang secara sistematis dengan target kemandirian jangka panjang, bukan sekadar bantuan hibah sekali habis.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek, tetapi membangun sistem yang mampu meningkatkan ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ungkap Eri dalam keterangan resminya, Selasa (13/1/2026).
Keberhasilan program ini juga terlihat dari optimalisasi lahan replanting yang memberikan nilai tambah sebesar Rp120 juta bagi masyarakat. Selain itu, pilar ekonomi kreatif PGN berhasil mendorong inklusi ekonomi dengan melibatkan 28 anggota keluarga petani, khususnya kaum perempuan, yang kini memiliki sumber penghasilan mandiri dari sektor UMKM dengan total penjualan mencapai Rp11,38 juta.
Dari sisi manajemen risiko lingkungan, Danau Kemiri difungsikan sebagai cadangan air darurat berkapasitas 22.500 meter kubik untuk mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). PGN juga memperkuat infrastruktur dasar melalui pembangunan fasilitas sanitasi bertenaga surya (PLTS) yang membuka akses air bersih bagi 28 kepala keluarga.
Baca Juga: PGN Gagas Luncurkan Bengkel Keliling CNG di Jabodetabek
Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Muara Enim, Juli Jumatan Nuri, mengapresiasi model pemberdayaan PGN yang dinilai memiliki eksekusi end-to-end yang kuat.
“Program PGN dirancang dan dijalankan dari hulu hingga hilir, mulai dari pemetaan permasalahan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan oleh warga. Pendekatan ini mencerminkan komitmen PGN dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tidak bersifat sesaat,” tutur Juli.
Langkah agresif PGN dalam penguatan ekonomi desa ini diharapkan mampu menekan ketergantungan masyarakat pada fluktuasi harga komoditas karet global dan menciptakan struktur ekonomi desa yang lebih resilien di masa depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: