- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Harga Minyak Bisa Tembus Rp1,6 Juta per Barel, Golkar Nilai Langkah Bahlil Tepat
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan minyak global mendorong Partai Golkar mendukung langkah diplomasi energi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Forum Indo-Pasifik Jepang.
Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, menilai penguatan kerja sama energi antarnegara di kawasan Indo-Pasifik menjadi respons strategis yang tepat waktu.
Menurut Abdul Rahman, kawasan Indo-Pasifik secara geografis berada relatif jauh dari dampak langsung ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, sehingga posisinya menguntungkan untuk membangun ekosistem energi yang lebih stabil.
Kawasan ini dinilainya memiliki potensi besar, mulai dari eksplorasi sumber daya energi, penguatan industri migas, hingga pengembangan energi baru dan terbarukan.
Blokade Selat Hormuz serta ancaman terhadap infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah disebut Abdul Rahman berpotensi menghambat pasokan minyak global secara signifikan.
Kondisi itu, menurutnya, bisa mendorong harga minyak dunia menembus angka 100 dolar AS atau sekitar Rp1.640.000 per barel.
Baca Juga: Indonesia Incar Minyak Rusia yang Lebih Murah, Sanksi AS Jadi Batu Sandungan
"Langkah yang ditempuh Menteri Bahlil ini bukan hanya untuk memitigasi dampak risiko dari konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel, tetapi juga bagaimana negara-negara Indo-Pasifik bisa bertahan sekaligus memperoleh manfaat bersama di tengah ketegangan geopolitik dunia," kata Abdul Rahman Farisi dikutip dari ANTARA, Selasa (17/3/2026).
Abdul Rahman, yang sebelumnya merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, mengingatkan bahwa hampir semua negara belum sepenuhnya siap menghadapi lonjakan harga minyak di level tersebut karena dampak sistemiknya sangat luas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: