Jerman Tolak Permintaan Trump: Katanya Amerika Serikat Tak Perlu Bantuan Lawan Iran...
Kredit Foto: Istimewa
Jerman menyatakan tidak memiliki rencana dalam waktu dekat untuk mengirim kapal perang ke Strait of Hormuz. Ia menolak permintaan bantuan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius mempertanyakan efektivitas keterlibatan kapal perang pihaknya dalam kawasan tersebut. Menurutnya, pihaknya tak akan bisa berbuat banyak jika saat ini, hal yang sama juga tidak bisa dilakukan oleh Trump.
Baca Juga: Diungkap Trump, Amerika Serikat Makin Optimistis Aneksasi Kuba
“Apa yang diharapkan Donald Trump? Apakah satu atau dua fregat kami bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat?” kata Pistorius, dikutip dari Reuters.
Ia juga meremehkan peringatan atau konsekuensi tidak mengirimkan bantuan untuk Trump. Pistorius menegaskan bahwa pihaknya tak sedang berperang dengan Iran.
“Ini bukan perang kami. Kami tidak memulainya,” tegasnya.
Adapun Juru Bicara Pemerintah Jerman, Stefan Kornelius menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki konflik serius dengan Iran. Pihaknya juga tidak memiliki rencana untuk terlibat dalam konflik dari negara tersebut dengan Amerika Serikat.
Kornelius juga mengungkit bagaimana prosesi perang dari Iran, Israel dan Amerika Serikat. Ia mengatakan kedua negara tidak melakukan konsultasi sebelum dimulainya operasi militer terhadap Iran.
Jerman juga memberikan sindiran pedas untuk Trump. Ia mengungkit bagaimana sebelumnya sang presiden mengatakan tidak membutuhkan bantuan dalam perangnya terhadap Iran.
“Washington bahkan menyatakan sejak awal bahwa bantuan dari kami tidak diperlukan maupun diminta,” kata Kornelius.
Diketahui, Presiden Amerika Serikat, Donald trump sebelumnya meminta bantuan dunia untuk mengamankan jalur pelayaran dari Hormuz. Ia memperingatkan adanya konsekuensi serius jika hal tersebut tidak dipenuhi.
Ketegangan Selat Hormuz sendiri meningkat akibat serangan udara yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat ke Iran. Teheran membalas hal tersebut dengan penggunaan drone, rudal, serta ranjau laut yang secara efektif mengganggu jalur pelayaran tanker minyak di Selat Hormuz.
Baca Juga: Diserang Amerika Serikat, Trump Ungkap Nasib Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia karena sekitar dua puluh persen pasokan minyak dan gas alam cair global biasanya melewati perairan sempit tersebut. Gangguan di jalur ini telah memicu kekhawatiran besar di pasar energi global serta meningkatkan tekanan terhadap stabilitas ekonomi internasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: