Kredit Foto: Istimewa
Dalam suasana penuh syukur dan keberkahan, Masjid Al-Ikhlas Pantai Indah Kapuk diresmikan. Masjid Al-Ikhlas PIK hadir sebagai jawaban atas kebutuhan spiritual masyarakat Muslim di kawasan PIK yang kian meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas kawasan.
Nama “Al-Ikhlas”, yang berarti ketulusan dalam beribadah, diberikan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar sebagai doa agar masjid ini menjadi tempat yang menghadirkan keikhlasan, kedamaian, serta limpahan keberkahan bagi seluruh jamaah.
Merekan yang hadir pada peresmian ini yakni Sugianto Kusuma selaku Founder and Chairman Agung Sedayu Group bersama Direktur Utama Agung Sedayu Group Letnan Jenderal TNI (Mar) (Purn.) Nono Sampono, beserta jajaran Direksi Agung Sedayu Group dan Salim Group lainnya turut bersyukur atas rampungnya Masjid Al Ikhlas PIK ini dengan cepat sejak groundbreaking pada 7 Maret 2025 dengan biaya konstruksi mencapai 45 miliar.
Atas izin dan pertolongan Allah SWT, masjid ini akhirnya rampung di awal 2026 dan dapat diresmikan tepat pada hari ini menjelang Isra Mi’raj, peristiwa agung yang mengajarkan umat Islam tentang perintah shalat sebagai tiang agama serta pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Dalam momentum peresmian Masjid ini juga digelar lomba Adzan dimana pemenangnya utamanya menjadi Muadzin tetap di Masjid Al-Ikhlas PIK serta pembagian bantuan sosial berupa 1000 paket beras, yang dilaksanakan secara simbolis 10 paket beras pada acara peresmian ini.
Menteri Agama Nasaruddin Umar, menyampaikan apresiasinya kepada Agung Sedayu Group atas terbangunnya Masjid Al-Ikhlas dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. “Sekali lagi, terima kasih kepada seluruh pihak di Agung Sedayu Group. Secara khusus kepada Bapak Aguan yang telah dengan begitu tulus memberikan bantuan untuk pembangunan masjid ini, termasuk pembangunan Istiqlal, dan di Aceh, kami ikut membangunkan masjid yang tenggelam itu. Bantuan Bapak-bapak dari Agung Sedayu Group, perumahan-perumahan bersama Pak Menteri Perumahan, kami ikut juga terlibat dalam satu tim, karena puluhan ribu rumah yang seharusnya dibangun di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan terutama Aceh. Kita berterima kasih sekali lagi kepada partisipasi Agung Sedayu Group, luar biasa. Semoga Tuhan memberkati kita semua,” ujarnya.
Masjid Al-Ikhlas berdiri di atas lahan seluas ±2.435 m² dengan luas bangunan utama ±1.248 m², Mengusung konsep Islamic Classical Architecture yang memadukan keindahan, kesederhanaan, dan kekhusyukan. Masjid ini mampu menampung sekitar ±600 jamaah. Pilar-pilar elegan di sisi luar, ruang utama berbentuk lingkaran dengan kubah megah, serta dua menara yang menjulang tinggi menjadi simbol kebesaran Islam dan mengajak setiap jamaah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ornamen geometris dan arabesque pada gerbang utama semakin mempertegas keanggunan arsitektur Islam yang sarat makna spiritual.
Nono Sampono, Direktur Utama Agung Sedayu Group dalam sambutannya mengungkapkan bahwa sebuah kawasan yang maju tidak hanya dibangun dengan infrastruktur dan ekonomi yang kuat, tetapi juga dengan pondasi moral dan spiritual yang kokoh. “Masjid memiliki peran strategis dalam membentuk karakter umat, menjadi tempat bersujud, tempat belajar, tempat bermusyawarah, sekaligus tempat menumbuhkan ukhuwah dan kepedulian sosial. Masjid Al-Ikhlas PIK ini diharapkan hadir sebagai oase ketenangan di tengah dinamika kawasan urban yang terus berkembang. Sebuah tempat dimana siapapun dapat datang tanpa sekat, merasakan kedamaian, memperkuat iman, dan menumbuhkan harapan,” tutur beliau.
Masjid Al-Ikhlas PIK diharapkan bukan hanya sebagai tempat shalat, melainkan juga menjadi ruang yang menghidupkan nilai-nilai Islam, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan kesejukan rohani di tengah dinamika kawasan urban modern. Peresmian masjid ini menjadi pengingat akan pentingnya shalat sebagai pondasi kehidupan dan jalan menuju akhlak yang mulia.
Kehadiran Masjid Al-Ikhlas PIK juga melengkapi wajah Riverwalk Island PIK sebagai kawasan yang menjunjung tinggi harmoni dan toleransi antarumat beragama. Di area ini telah berdiri Si Mian Fo sebagai sarana ibadah umat Buddha, serta ke depan akan hadir rumah ibadah lainnya yang berdampingan secara damai. Hal ini mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan rahmatan lil ‘alamin.
Dengan diresmikannya Masjid Al-Ikhlas PIK, diharapkan kawasan PIK tidak hanya berkembang secara infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga tumbuh sebagai lingkungan yang sarat nilai spiritual, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Sahril Ramadana
Editor: Sufri Yuliardi