Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kena Dampak Perang Iran, Eropa dan Jepang Nyatakan Siap Berkontribusi Amankan Selat Hormuz

Kena Dampak Perang Iran, Eropa dan Jepang Nyatakan Siap Berkontribusi Amankan Selat Hormuz Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Eropa dan Jepang menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah konkret dalam menstabilkan pasar energi global, termasuk mendukung upaya pembukaan jalur vital dari Selat Hormuz. Hal ini terjadi menyusul dampak perang dari Iran, Israel dan Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, pernyataan bersama tersebut dikeluarkan oleh para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda dan Jepang. Mereka mendesak adanya penghentian segera serangan terhadap infrastruktur sipil, khususnya sektor energi.

Baca Juga: Arab Saudi Peringatkan Iran: Kesabaran Negara Teluk Ada Batasnya

Mereka menyoroti bagaiman kedua belah pihak menyerang sejumlah infrastruktur energi seperti ladang gas hingga kilang minyak. Ia menekankan pentingnya moratorium menyeluruh terhadap serangan fasilitas minyak dan gas, perlindungan terhadap infrastruktur energi global dan stabilitas jalur distribusi energi.

Negara Eropa dan Jepang menilai bahwa langkah tersebut krusial untuk mencegah gangguan lebih luas terhadap pasokan energi dunia. Hal ini mengingat harga minyak dan gas yang semakin melambung tinggi akibat perang dari Iran-Israel dan Amerika Serikat.

Negara-negara tersebut juga menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam memastikan keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Ia merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar dua puluh persen pasokan minyak dan gas global.

“Kami siap berkontribusi dalam upaya yang tepat untuk memastikan jalur pelayaran yang aman,” demikian isi pernyataan bersama dari Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda dan Jepang.

Selain itu, mereka juga membuka opsi untuk bekerja sama dengan negara produsen energi guna meningkatkan produksi demi menekan lonjakan harga minyak dan gas.

Sebelumnya, Iran melakukan serangan balasan terhadap fasilitas energi, termasuk kompleks Ras Laffan Industrial City di Qatar. Hal tersebut menyusul serangan yang dilancarkan terhadap infrastruktur energi dari Teheran.

Iran juga dalam pembalasannya ikut menyerang  pelabuhan utama minyak dari Arab Saudi di Laut Merah. Padahal sebelumnya pelabuhan tersebut digunakan sebagai jalur alternatif untuk menghindari penutupan dari Selat Hormuz.

Serangan Iran yang dinilai presisi tinggi tersebut menunjukkan kemampuan negara tersebut dalam menargetkan aset energi strategis, sekaligus mengungkap keterbatasan sistem pertahanan udara dalam melindungi fasilitas vital.

Baca Juga: Jerman Tolak Permintaan Trump: Katanya Amerika Serikat Tak Perlu Bantuan Lawan Iran...

Situasi ini memperbesar risiko terhadap pasokan energi global dan memicu kekhawatiran lonjakan harga minyak yang dapat berdampak langsung pada inflasi serta ekonomi dunia, termasuk negara pengimpor enegeri seperti Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar