Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Komandan Amerika Serikat Buka Suara Terkait Wacana Invasi Kuba

Komandan Amerika Serikat Buka Suara Terkait Wacana Invasi Kuba Kredit Foto: US Army Photo/Carrie David Campbell
Warta Ekonomi, Jakarta -

Militer Amerika Serikat (AS) menegaskan tidak sedang mempersiapkan invasi atau pengambilalihan terhadap Kuba. Hal ini menyusul meningkatnya ketegangan antara kedua negara di Amerika Latin.

Dikutip dari Reuters, Komandan Komando Selatan Amerika Serikat, Francis Donovan menegaskan bahwa pihaknya saat ini hanya berfokus pada langkah defensif dan kesiapsiagaan, antara lain melindungi kedutaan, membantu penanganan potensi gelombang migrasi massal dan mengamankan pangkalan dari Guantanamo Bay.

Baca Juga: Jaringan Listrik Kuba Mati: 10 Juta Warga Tanpa Daya Gegara Blokade Minyak Amerika Serikat

Ia juga menegaskan tidak ada latihan militer yang mengarah pada operasi pengambilalihan wilayah Kuba. Hal tersebut kontras dengan pernyataan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Trump sebelumnya menyampaikan bahwa ia bisa mengambil alih wilayah dari Kuba. Ia mengatakan hal itu bisa dilakukan dalam bentuk tertentu dan ia juga bisa melakukan apa pun yang diinginkannya terhadap Kuba.

Namun, Washington hingga saat ini terlihat melakukan pendekatan yang lebih mengarah pada tekanan ekonomi dibandingkan opsi militer langsung.

AS sendiri diketahui meningkatkan tekanan terhadap negara itu melalui kebijakan energi, termasuk menghentikan pasokan minyak dari Venezuela. Akibatnya, Kuba mengalami krisis energi serius, termasuk pemadaman listrik massal yang berdampak pada aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Diungkap Trump, Amerika Serikat Makin Optimistis Aneksasi Kuba

Meski ketegangan meningkat, kedua negara dilaporkan telah membuka jalur komunikasi untuk meredakan konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun retorika politik memanas, langkah nyata kedua negara saat ini masih berada pada jalur diplomasi dan tekanan ekonomi, bukan intervensi militer langsung.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar