Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Danantara Bakal Pangkas 1.068 BUMN Jadi 200, Ini Alasannya!

        Danantara Bakal Pangkas 1.068 BUMN Jadi 200, Ini Alasannya! Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyiapkan langkah berani dalam transformasi perusahaan pelat merah. Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia ini berencana merampingkan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari saat ini 1.068 perusahaan menjadi hanya sekitar 200-an saja.

        Managing Director Global Relations and Government BPI Danantara, Muhammad Al Arief, mengungkapkan bahwa konsolidasi besar-besaran ini ditargetkan rampung dalam empat tahun ke depan. Saat ini, 1.068 BUMN tersebut tersebar di bawah 50 holding dengan skala yang beragam.

        "Mungkin dalam tiga hingga empat tahun dari 1.068 akan diubah menjadi sedikit di atas 200 badan usaha milik negara yang dijalankan secara profesional yang dapat lebih kompetitif dalam jangka panjang," ujar Arief dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (20/1/2026).

        Arief menjelaskan, proses perampingan ini akan dilakukan melalui serangkaian transformasi mulai dari tinjauan bisnis fundamental hingga penggabungan (merger).

        "Akan ada fase di mana mereka akan melakukan perampingan melalui merger dan konsolidasi, dan kemudian menjelang akhir membawa lebih banyak penciptaan nilai dalam proses tersebut," tambahnya.

        Arief memaparkan bahwa sejak resmi dibentuk pada Februari 2024, Danantara menjalankan mandatnya melalui dua pilar strategis.

        Pilar pertama merupakan lengan manajemen aset yang menitikberatkan pada transformasi serta efisiensi BUMN demi mengoptimalkan dividen, sementara pilar kedua ialah lengan investasi yang mengalokasikan dividen tersebut ke sektor-sektor strategis guna menciptakan dampak sosial-ekonomi yang lebih luas.

        Saat ini, Danantara mengelola aset yang sangat fantastis dengan total US$900 miliar secara keseluruhan.

        "900 miliar (USD) secara keseluruhan untuk Danantara. Jadi dalam lima tahun dari sekarang kami berharap untuk meningkatkan lebih jauh lagi... dan secara bertahap mencapai tujuan kami untuk melipatgandakan jumlah tersebut pada tahun 2030," jelasnya.

        Lewat perampingan ini, pemerintah ingin BUMN Indonesia tidak hanya jago kandang, tapi juga kompetitif di level global. Saat ini baru ada dua BUMN dalam portofolio Danantara yang masuk daftar Fortune 500, yakni Pertamina dan PLN.

        "Mudah-mudahan akan ada lebih banyak lagi yang akan menjadi perusahaan Fortune 500 melalui proses transformasi ini," pungkas Arief.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: