Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lebih Tahan Banting, Begini Nasib Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (4/3)

Lebih Tahan Banting, Begini Nasib Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (4/3) Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin kembali menunjukkan pergerakan volatil pada perdagangan pagi hari di Rabu (4/3). Hal ini diproyeksikan akan terus terjadi dalam waktu dekat meski aset kripto tersebut menunjukkan ketahanan lebih baik dibandingkan pasar saham global.

Berdasarkan data terbaru Coinmarketcap, harga bitcoin tercatat bergerak dalam kisaran US$68.000. Ia sebelumnya mengalami fluktuasi tajam dalam beberapa sesi terakhir akibat gejolak perang di Timur Tengah.

Baca Juga: Bitcoin (BTC) Dinilai Sangat Tak Berguna: Tidak Punya Manfaat Nyata Seperti AI

Kondisi ini terjadi saat pasar global masih dibayangi eskalasi konflik yang melibatkan pihak dari Amerika Serikat, Israel dan Iran. Ketegangan geopolitik tersebut memicu ketidakpastian dalam berbagai kelas aset.

Namun menariknya, bitcoin justru menunjukkan performa yang relatif lebih stabil dibandingkan sejumlah indeks saham utama.

Head of Research CoinShares, James Butterfill mengatakan bitcoin secara historis sering menjadi aset yang menyerap guncangan pasar saat terjadi tekanan likuiditas atau pengurangan risiko di pasar keuangan.

“Secara historis, bitcoin sebagai satu-satunya aset likuid yang juga diperdagangkan pada akhir pekan sering menyerap guncangan ketika terjadi pengurangan risiko secara paksa di pasar,” kata Butterfill.

Ia menambahkan bahwa pergerakan harga bitcoin kali ini tergolong cukup konstruktif meskipun situasi geopolitik semakin tidak stabil.

Menurutnya, bitcoin justru mampu mencatatkan kenaikan di tengah meningkatnya ketegangan global, sesuatu yang jarang terjadi dalam periode krisis sebelumnya.

Butterfill juga menyoroti bahwa tidak terjadi gelombang likuidasi besar di pasar kripto meskipun imbal hasil obligasi meningkat dan ketegangan geopolitik memanas.

“Tidak adanya likuidasi besar meskipun imbal hasil naik dan ketegangan geopolitik meningkat menunjukkan bahwa posisi pasar saat ini lebih siap dibandingkan episode sebelumnya,” ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa investor kripto kemungkinan telah menyesuaikan strategi dan posisi mereka sejak awal, sehingga pasar tidak terlalu rentan terhadap tekanan mendadak.

Sejumlah analis menilai bahwa ketahanan Bitcoin di tengah konflik geopolitik dapat memperkuat narasi bahwa aset kripto mulai dipandang sebagai alternatif lindung nilai terhadap ketidakpastian global.

Baca Juga: Lewat Inovasi Terbaru, Elon Musk Kejutkan Trader Saham dan Kripto di X

Meski demikian, volatilitas masih diperkirakan akan tetap tinggi dalam jangka pendek, terutama jika konflik terus meningkat atau memicu gangguan lebih luas pada pasar energi dan keuangan global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: