Tarif AS ke Eropa Picu Ketegangan Perdagangan, Indonesia Bisa Kena?
Kredit Foto: Istimewa
Dampak dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan rencana penerapan bea masuk tambahan terhadap sejumlah negara Eropa rupanya hingga ancam perang dagang antara Amerika Serikat dan Eropa.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai bahwa rencana tarif ini berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan global dan memperbesar ketidakpastian ekonomi internasional.
“Jika kebijakan tarif ini benar-benar diterapkan, dampaknya akan terasa luas pada perdagangan global dan rantai pasok internasional,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1/2026).
Baca Juga: Trump Hantam Eropa dengan Tarif, Kirim Pasukan ke Greenland Dibalas Bea Masuk AS
Trump mengatakan, rencana pengenaan tarif tambahan sebesar 10% dimulai pada 1 Februari terhadap barang impor dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris.
Bahkan, tarif tersebut berpotensi meningkat hingga 25 persen pada 1 Juni apabila tidak tercapai kesepakatan terkait isu Greenland.
Rupanya, respons keras terhadap hal itu datang dari Eropa. Uni Eropa dan Inggris dilaporkan siap melakukan langkah balasan. Kini, Uni Eropa tengah mempersiapkan tarif balasan hingga €93 miliar terhadap produk asal Amerika Serikat, serta mempertimbangkan pembatasan akses perusahaan AS ke pasar Eropa. Bahkan, anggota lemen Eropa mengumumkan rencana pembekuan ratifikasi kesepakatan perdagangan yang sebelumnya ditandatangani Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Ibrahim menilai eskalasi ini berisiko menekan volume perdagangan global.
“Perang dagang akan meningkatkan biaya perdagangan, menurunkan kepercayaan pelaku usaha, dan memperlambat arus barang lintas negara,” ujarnya.
Situasi ini terjadi saat upaya pemulihan ekonomi global masih rentan. Karena adanya ketegangan tersebut dinilai bisa memperburuk pelemahan aktivitas ekspor-impor, terutama bagi negara-negara yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap pasar Amerika Serikat dan Eropa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: