Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hadapi Tantangan Akuisisi Konsumen Baru, Ini Strategi Blue Bird Kejar Market Share

        Hadapi Tantangan Akuisisi Konsumen Baru, Ini Strategi Blue Bird Kejar Market Share Kredit Foto: Cahyo Prayogo
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Blue Bird Tbk menargetkan perluasan penetrasi pasar dan peningkatan market share sepanjang 2026 melalui strategi pemasaran lintas generasi, dengan fokus menjangkau konsumen usia muda sekaligus menjaga relevansi merek di tengah perubahan perilaku pengguna jasa transportasi.

        Chief Marketing Officer PT Blue Bird Tbk Monita Moerdani mengatakan, strategi tersebut dijalankan untuk memperluas basis pengguna Bluebird Group secara berkelanjutan, baik dari sisi layanan mobilitas maupun penggunaan aplikasi MyBluebird.

        “Kita pengen sebenarnya bisa memperluas lagi penetrasi pasar Bluebird dengan kolaborasi ini, especially masuk ke segmen konsumen yang lebih muda. Jadi itu tentu menjadi salah satu fokus kita, perluasan penetrasi pasar baik untuk menggunakan servis-servis Bluebird Group ataupun juga menggunakan aplikasi MyBluebird,” ujar Monita saat ditemui dalam acara peluncuran kolaborasi Bluebird x Tahilalats, Selasa (20/1/2026).

        Baca Juga: Strategi Baru Blue Bird Incar Segmen Generasi Muda

        Menurut Monita, kolaborasi menjadi salah satu instrumen strategis untuk memperluas jangkauan merek Bluebird di tengah persaingan industri transportasi yang semakin ketat. Meski demikian, perusahaan tidak membuka target kuantitatif secara terbuka, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

        “Saya nggak bisa share secara detail kuantitas targetnya secara persen, tapi yang jelas pasti kita pengen targetnya itu kita achieve secara sustainable. Jadi kita punya short termmid term, dan long term target, dan kolaborasi ini salah satu cara untuk achieve target-target itu,” kata Monita.

        Ia mengakui, basis konsumen Bluebird selama ini didominasi oleh segmen yang lebih matang. Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu memperluas penetrasi pasar agar tetap relevan bagi generasi yang lebih muda, seiring perubahan preferensi dan gaya hidup konsumen.

        “Fokusnya tentu bagaimana caranya kita memperluas penetrasi pasar lintas generasi. Bluebird mungkin sudah cukup kuat di segmen yang lebih mature, sekarang PR-nya bagaimana kita menjaga relevansi itu ke generasi yang lebih muda,” ujarnya.

        Baca Juga: CSAP Akselerasi Ekspansi Gerai Mitra10 di Awal 2026

        Selain memperluas segmen pengguna, Monita menekankan pentingnya mengubah persepsi publik bahwa Bluebird tidak hanya menyediakan layanan taksi. Perusahaan ingin memperkenalkan ekosistem layanan mobilitas yang lebih luas kepada masyarakat.

        “Kita ingin memperkenalkan bahwa Bluebird Group itu punya berbagai macam servis mobilitas yang menyeluruh,” kata Monita.

        Dalam proses memperluas pasar tersebut, Bluebird menghadapi tantangan ganda, yakni menjaga kualitas layanan bagi pelanggan loyal sekaligus mengakuisisi konsumen baru dari generasi muda. Menurut Monita, kedua aspek itu menjadi pekerjaan rumah utama perusahaan dalam membangun pertumbuhan jangka panjang.

        “Bagaimana kita selalu menjadi brand yang relevan di market dan bisa berkembang secara jangka panjang, itu tantangan yang kita anggap paling seru untuk kita coba solve,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: