Bos Coinbase: Bank-Bank Besar Diam-diam Lirik Kripto, Jadi Prioritas Nomor Satu!
Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Chief Executive Officer (CEO) Coinbase Brian Armstrong mengatakan bahwa seorang eksekutif senior dari salah satu dari sepuluh bank terbesar dunia menyebut kripto kini menjadi prioritas nomor satu dan dipandang sebagai isu yang bersifat eksistensial bagi industri perbankan.
Armstrong menyoroti perubahan signifikan dalam cara lembaga keuangan tradisional memandang aset kripto. Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya urgensi dalam kalangan bank global untuk beradaptasi dengan infrastruktur kripto.
Baca Juga: Indodax Setor Rp376 Miliar Pajak Kripto
Armstrong tidak mengungkapkan identitas bank maupun eksekutif tersebut, namun mengatakan bahwa banyak pemimpin industri keuangan yang ia temui dalam sebuah acara selama sepekan terakhir tidak hanya terbuka terhadap kripto, tetapi secara aktif mencari cara untuk terlibat.
“Sebagian besar dari mereka justru sangat pro-kripto dan melihatnya sebagai sebuah peluang,” ungkap Armstrong, dilansir Senin (26/1).
Bagi bank-bank yang selama ini bergantung pada sistem pembayaran tradisional, kripto dipandang sebagai tantangan sekaligus peluang. Seiring meningkatnya adopsi stablecoin dan aset yang ditokenisasi, risiko disintermediasi pun semakin nyata.
Dalam skenario tertentu, perusahaan fintech atau manajer aset global berpotensi memotong peran bank tradisional dengan menawarkan akses langsung ke sekuritas bertokenisasi atau transfer berbasis stablecoin, yang memungkinkan perpindahan nilai secara instan tanpa perantara atau jeda kliring.
Armstrong juga mengatakan bahwa tokenisasi menjadi salah satu topik yang paling banyak, dengan cakupan yang meluas dari stablecoin ke saham, kredit dan berbagai produk keuangan lainnya.
Ia menyoroti sekitar empat miliar orang yang masih tidak terlayani oleh akses investasi berkualitas. Menurutnya, tokenisasi berpotensi menjembatani kesenjangan tersebut.
Baca Juga: Trump: Saya Bawa Amerika Serikat (AS) Jadi Pusat Kripto Global
“Harapkan kemajuan besar di area ini pada 2026,” kata Armstrong.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: