The Fed Jadi Sorotan, Begini Nasib Harga Bitcoin Hari Ini (27/2)
Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Harga bitcoin bergerak volatil pada perdagangan pagi hari di Jumat (27/2). Pergerakan ini terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap potensi kelanjutan tren bear market, meski muncul sentimen positif dari kebijakan terbaru di Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Coinmarketcap, harga bitcoin baru-baru ini turun hingga US$66.000. Sebelumnya, aset kripto unggulan tersebut sempat reli hingga mendekati US$70.000.
Baca Juga: Investor Harap Waspada, Begini Penilaian Analis Soal Potensi Rebound Harga Bitcoin (BTC)
Harga bitcoin terkoreksi setelah reli singkat, mengikuti dinamika pasar saham global. Tekanan jual salah satunya dipicu oleh aksi sell the news pasca laporan kinerja keuangan dari Nvidia (NVDA).
Nvidia (NVDA) melaporkan laba yang tidak mengecewakan, namun investor memilih merealisasikan keuntungan setelah sahamnya mencatat kenaikan signifikan menjelang pengumuman kinerja.
Dalam hal ini, korelasi antara bitcoin dan saham sektor teknologi kembali terlihat kuat. Dalam beberapa bulan terakhir, pergerakan kripto cenderung mengikuti sentimen dalam saham teknologi, terutama yang terkait kecerdasan buatan (AI).
The Fed Buka Akses Perbankan untuk Industri Kripto
Di tengah tekanan tersebut, sentimen positif datang dari Federal Reserve. Bank sentral itu mengumumkan usulan peraturan baru yang bertujuan memperbaiki akses layanan perbankan bagi perusahaan aset digital.
The Fed akan membuka masa tanggapan publik selama enam puluh hari dan menegaskan bahwa bank tidak boleh lagi menggunakan alasan risiko reputasi sebagai satu-satunya dasar untuk menolak layanan kepada industri kripto.
Ke depan, bank diwajibkan mendasarkan keputusan mereka pada perhitungan risiko finansial yang terukur dan bukan sekadar pertimbangan subjektif terkait citra atau reputasi.
Kebijakan ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa regulator mulai membuka ruang integrasi kripto ke dalam sistem keuangan arus utama di Amerika Serikat.
Baca Juga: Bitcoin (BTC) Dinilai Sangat Tak Berguna: Tidak Punya Manfaat Nyata Seperti AI
Bagi investor global, kebijakan moneter dan regulasi dari negara tersebut sering menjadi acuan sentimen global. Dengan berkurangnya ketidakpastian regulasi, optimisme terhadap sektor kripto berpotensi merembet ke pasar internasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: