Reli Terhadang Resistensi, Begini Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (26/2)
Kredit Foto: Istimewa
Harga bitcoin mencatat reli tajam pada perdagangan pagi hari di Kamis (26/2). Ia berhasil merebut kembali area harga yang sempat hilang setelah berminggu-minggu tertekan akibat kekhawatiran terkait dengan akal imitasi (AI).
Berdasarkan data Coinmarketcap, harga bitcoin sempat melesat hingga mendekati level US$69.000. Namun ia kembali kehilangan sebagian momentumnya dan bergerak dalam kisaran US$67.000.
Baca Juga: Penurunan Harga Bitcoin (BTC) Jadi Sorotan Miliarder: Manfaatkan, Beli Sekarang!
Reli tersebut menjadi angin segar bagi pasar kripto yang sebelumnya diliputi sentimen negatif dan kekhawatiran akan penurunan lanjutan. Kenaikan harga terjadi secara luas dalam berbagai aset kripto dan pasar saham global, menandai fase relief rally setelah periode tekanan panjang.
Meski demikian, investor mesti waspada karena euforia kali ini belum cukup kuat untuk mengubah arah tren secara berkelanjutan. Risiko makroekonomi serta area teknikal yang krusial masih membayangi pergerakan harga kripto ke depan.
LMAX Group Analyst, Joel Kruger menilai lonjakan harga kali ini lebih bersifat teknikal dibandingkan didorong oleh sentimen fundamental baru. Menurutnya, kondisi pasar sebelumnya yang dipenuhi rasa takut ekstrem serta posisi bearish yang menumpuk menjadi pemicu utama reli cepat tersebut.
“Pasar kripto sudah mengalami tekanan berat dalam beberapa bulan terakhir dan secara teknikal memang sudah terlalu jenuh jual. Kondisi ini membuat pasar rentan terhadap short squeeze yang tajam meski minim katalis berita,” ujar Kruger.
Namun, ia mengingatkan investor agar tidak terlalu cepat menyimpulkan bahwa reli ini merupakan awal dari tren kenaikan jangka panjang. Absennya pemicu fundamental yang jelas serta kondisi likuiditas pasar yang relatif tipis membuat pergerakan harga berisiko kembali berbalik arah.
Dari sisi teknikal, bitcoin masih menghadapi tantangan berat di US$70.000 - US$72.000. Zona tersebut selama ini dikenal sebagai wilayah resistensi kuat, di mana tekanan jual kerap muncul dan menggagalkan upaya reli sebelumnya. Keberhasilan menembus area ini dinilai menjadi syarat awal bagi perubahan tren yang lebih solid.
Baca Juga: Investor Harap Waspada, Begini Penilaian Analis Soal Potensi Rebound Harga Bitcoin (BTC)
Untuk sementara, reli ini dipandang sebagai fase pemulihan jangka pendek di tengah tren pasar yang masih rapuh. Investor disarankan tetap mencermati dinamika global, pergerakan pasar saham serta sentimen risiko secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan lanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: