Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Alasan Bitcoin (BTC) Kalah Pamor Sama Emas, Analis: Kripto Permainan Anak Muda

        Alasan Bitcoin (BTC) Kalah Pamor Sama Emas, Analis: Kripto Permainan Anak Muda Kredit Foto: Unsplash/ Bermix Studio
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pasokan stablecoin global terus menyusut dalam sepekan terakhir, seiring dengan pelemahan Bitcoin (BTC). Hal ini dinilai menjadi salah satu tanda investor lari menuju emas.

        Dilansir dari Santiment, Rabu (28/1), data menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar gabungan dua belas stablecoin terbesar dalam sepuluh hari terakhir turun sekitar US$2,24 Miliar.

        Baca Juga: 2.932 Bitcoin (BTC) Diborong Strategy (MSTR), Pakai Harga Diskon!

        Dalam kondisi normal, saat investor menjual bitcoin atau altcoin, dana tersebut biasanya tetap berada dalam ekosistem kripto dalam bentuk stablecoin. Namun, penurunan kapitalisasi stablecoin mengindikasikan bahwa banyak investor menarik dana ke mata uang fiat, alih-alih bersiap membeli saat harga turun.

        “Emas didukung oleh ribuan tahun kredibilitas dan volatilitas yang rendah,” kata Peneliti Senior HashKey Group, Tim Sun.

        Aliran keluar modal ini juga terlihat di pasar derivatif. Open interest agregat bitcoin bergerak terbatas di kisaran 245.000 hingga 267.000 BTC. Hal itu menandakan minimnya minat spekulatif baru.

        Sun menilai terdapat dua faktor utama di balik kondisi tersebut, yakni kinerja historis bitcoin saat terjadi tekanan makroekonomi dan pergeseran investor ke aset lindung nilai yang lebih mapan, yaitu emas.

        Reli emas yang menembus rekor baru pekan ini menegaskan keunggulan tersebut. Sebaliknya, Bitcoin masih tertinggal dan belum mampu menarik arus permintaan sebagai aset aman.

        “Volatilitas yang tinggi membuat bitcoin sulit menyerap permintaan lindung nilai dalam skala besar,” ujar Sun.

        Ia menambahkan bahwa struktur basis investor juga menjadi tantangan. Kekayaan global banyak terkonsentrasi pada individu berusia di atas lima puluh tahun, kelompok yang kepercayaannya terhadap emas telah teruji dalam berbagai krisis ekonomi.

        Baca Juga: UBS Akan Buka Akses Investasi Kripto, Dimulai Lewat Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH)

        “Bagi mereka, bitcoin masih dipersepsikan sebagai aset teknologi berisiko tinggi atau permainan generasi muda,” kata Sun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: