Perminas Jadi Pemain Baru Mineral Kritis RI, Apa Perannya di Balik Polemik Tambang Martabe?
Kredit Foto: Istimewa
Arah kebijakan mineral Indonesia memasuki fase baru ketika pemerintah menata ulang pengelolaan komoditas bernilai strategis. Perhatian publik menguat setelah rencana pengalihan tambang emas Martabe dikaitkan dengan kehadiran PT Perusahaan Mineral Nasional.
Isu yang berkembang tidak hanya menyentuh pergantian operator tambang semata. Pemerintah menempatkan sektor mineral sebagai bagian dari strategi industri jangka panjang.
Tambang emas Martabe selama ini dikelola PT Agincourt Resources sebagai salah satu produsen emas besar di Sumatera Utara. Setiap perubahan status izin tambang tersebut dinilai berdampak pada lanskap industri tambang nasional.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah masih melakukan penelaahan menyeluruh.
"Insya Allah minggu depan (diumumkan)," ujarnya kepada wartawan.
Proses yang berjalan difokuskan pada verifikasi kepatuhan operasional perusahaan. Pemerintah memastikan seluruh aktivitas tambang sesuai regulasi yang berlaku.
Evaluasi mencakup izin usaha pertambangan hingga skema kontrak karya yang menjadi dasar hukum operasi. Dokumen lingkungan seperti Amdal dan izin pinjam pakai kawasan hutan juga ikut diperiksa.
Bahlil menegaskan hasil evaluasi akan disampaikan setelah seluruh data dinyatakan lengkap. "Kasih kami waktu 1-2 hari ini, kalau sudah clear, kami akan umumkan," tukasnya.
Di tengah proses tersebut, perhatian pasar tertuju pada profil Perminas yang masih minim informasi publik. Kehadirannya disebut berkaitan dengan agenda hilirisasi mineral nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: