Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kenapa Overthinking dapat Menghambat Produktivitas dan Kesehatan Mental?

        Kenapa Overthinking dapat Menghambat Produktivitas dan Kesehatan Mental? Kredit Foto: Unsplash/ahmad gunnaivi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Overthinking saat ini menjadi salah satu fenomena yang cukup sering dibahas, terutama di kalangan generasi muda

        Melansir dari laman Universitas Gadjah Mada, Psikolog Fakultas Psikologi UGM, Dr. Nida UI Hasanat, M.Si., Psikolog., menjelaskan bahwa overthinking dalam kajian psikologi memiliki makna tentang cara berpikir yang berlebihan ke arah negatif.

        Namun, saat ini istilah overthinking telah mengalami pergeseran dimana hal tersebut diartikan sebagai pemikiran yang berlebihan.

        Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa overthinking adalah memikirkan hal yang belum terjadi.

        Overthinking akan menyebabkan seseorang merasa cemas dan ketakutan tentang hal yang belum pernah terjadi atau belum tentu terjadi di masa depan.

        Meskipun menjadi permasalahan yang sering dikeluhkan oleh generasi muda, nyatanya overthinking ini dapat menyerang anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

        Nida menyampaikan bahwa overthinking memiliki dampak buruk bagi kesehatan mental.

        Salah satunya adalah stres karena otak memiliki beban lebih untuk memikirkan sesuatu yang berlebihan. Jika hal tersebut berkelanjutan akan beresiko pada gangguan mental.

        “Jika overthinking mendominasi kehidupan, maka akan menjadikan yang mengalaminya terdistorsi karena tidak berada dalam realitas. Banyak orang menjadi bermasalah karena sudah over itu tadi. Bisa mengalami gangguan mental karena tidak bisa lagi membedakan antara realitas dengan yang sebenarnya baru ada dalam pikiran,” jelasnya seperti yang dikutip dari laman ugm.ac.id.

        Allison Kranich, konselor profesional klinis berlisensi di Rumah Sakit Northwestern Medicine McHenry, dan Allison G. Johnsen juga memiliki pendapat yang sama bahwa overthinking akan meningkatkan gejala depresi, menyebabkan stres di mana seseorang akan terus berpikir berlebihan tanpa membuahkan hasil.

        Overthinking Menghambat Produktivitas dan Kesehatan Mental

        Terlalu sering bersikap overthinking tentu memiliki dampak pada produktivitas seseorang. Memikirkan secara mendetail tentang apa yang akan kerjakan memang bukan hal yang buruk.

        Namun, hal tersebut akan berubah menjadi negatif ketika seseorang hanya menghabiskan waktu untuk terus berpikir.

        Sebuah survey yang dilakukan oleh LexisNexis di tahun 2010 mengatakan bahwa seorang karyawan menghabiskan waktu setengah hari kerja mereka untuk menerima dan mengelola informasi dibandingkan bekerja.

        Sebuah studi menunjukkan bahwa ketika seseorang melakukan analisis secara berlebihan hingga menimbulkan kecemasan, akan berdampak pada kemerosotan kinerja, khususnya untuk pekerjaan yang harus dilakukan secara kognitif.

        Dalam penelitian yang dilakukan oleh Universitas Stanford menunjukkan bahwa terlalu banyak berpikir tak hanya berdampak buruk pada kemampuan kognitif, tapi juga menghambat seseorang untuk melakukan kegiatan yang kreatif.

        Sementara bagi kesehatan mental, overthinking juga akan memberikan dampak buruk seperti depresi ataupun stres karena terlalu cemas dan khawatir.

        Memiliki banyak pikiran atau opsi yang terus terngiang di kepala juga dapat menyebabkan “kelumpuhan analisis” atau yang juga dikenal dengan istilah “Paralysis by Analysis”.

        Cara Mengatasi Overthinking

        Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah overthinking. Disebutkan oleh Nida Dosen Fakultas Psikologi UGM salah satunya yakni dengan berpikir rasional, mengelola pikiran dan segera menyadari jika yang dipikirkan sudah mengarah pada overthinking.

        Selain itu, jika mulai mengalami overthinking cobalah untuk fokus dengan aktivitas tertentu seperti berkumpul dengan teman atau keluarga.

        Anda juga dapat bercerita dan membagikan hal yang sedan dipikirkan kepada orang terdekat. Selain itu belajarlah untuk merelakan sesuatu yang telah terjadi, cukup menjadikan hal tersebut sebagai pelajaran dan tak perlu memikirkannya sebagai beban.

        Begitupun tentang masa depan yang tak perlu terlalu dikhawatirkan selama kita terus fokus dan berusaha.

        Baca Juga: BPJS Kesehatan Ungkap Kepesertaan JKN Berhasil Lampaui Target

        Mengalami overthinking memang dapat menjadi hal buruk yang menghambat produktivitas dan kesehatan mental.

        Namun, mengetahui dan menemukan cara mengatasi hal tersebut akan membuat kita belajar sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih bahagia. (WE Trivia/Sabriena Yully Puspita)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: