Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sekjen Ismail Tegaskan Agentic AI Jadi Kunci Kebijakan Publik Tepat Sasaran di Era Digital

        Sekjen Ismail Tegaskan Agentic AI Jadi Kunci Kebijakan Publik Tepat Sasaran di Era Digital Kredit Foto: Komdigi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Teknologi Artificial Intelligence Agensial (Agentic AI) harus dijadikan alat strategis bagi negara guna memajukan kebijakan publik yang semakin akurat, lentur, dan berlandaskan data pada masa digital.

        Pernyataan itu dikemukakan Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail dalam kegiatan Governance Agentic AI di Jakarta Pusat, Rabu (29/01/2026).

        Menurutnya, penguasaan Agentic AI sangat penting agar pemerintah dapat memahami pola hidup digital masyarakat serta menyusun kebijakan yang sungguh tepat guna.

        “Hari ini, pola hidup masyarakat terekam melalui mesin pencari, aplikasi percakapan, media sosial, hingga marketplace. Namun pemerintah justru tidak berada pada posisi yang cukup untuk membaca sumber data tersebut secara utuh. Akibatnya, kebijakan publik, termasuk pariwisata dan transportasi, sering kali tidak tepat sasaran,” kata Ismail.

        Ismail menegaskan bahwa isu utamanya dalam hal ini bukanlah kepemilikan data, melainkan aksesibilitas dan kemampuan negara membaca pola secara agregat demi kepentingan publik, tanpa melanggar privasi dan prinsip hukum.

        Selain soal data, Sekjen Kemkomdigi juga menyoroti pentingnya Agentic AI dalam memperkuat kedaulatan digital, membuka peluang ekonomi nasional, serta menciptakan lapangan kerja bernilai tambah bagi talenta digital Indonesia.

        “Banyak solusi AI membutuhkan penyesuaian dengan konteks Indonesia. Jika kita hanya mengadopsi teknologi jadi, maka kita akan selalu berada di lapisan paling bawah. Agentic AI memberi peluang agar anak-anak bangsa ikut mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan nasional,” tuturnya.

        Dalam implementasinya, Ismail menekankan perlunya kerangka etika dan batasan yang jelas sejak awal, agar pemanfaatan Agentic AI dapat meminimalkan risiko dan berjalan secara bertanggung jawab.

        “Ini bukan semata soal teknologi, tetapi membangun sistem dan budaya. Harus jelas batasnya, kapan masuk wilayah hukum, kapan etika, dan bagaimana risikonya dimitigasi secara nyata dan implementatif,” ujarnya.

        Untuk mendukung hal tersebut, Ismail menegaskan peran Kemkomdigi sebagai orkestrator pengembangan infrastruktur AI nasional, mengingat skala investasi dan kompleksitasnya tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada swasta secara terpisah.

        “Indonesia negara besar dengan kebutuhan besar. Infrastruktur AI harus diarahkan dan diorkestrasi dengan jelas agar tidak tertinggal dan benar-benar mendukung kepentingan nasional,” tegasnya.

        Baca Juga: Wamen Komdigi Nezar Patria Pastikan Pemulihan Jaringan Telekomunikasi di Aceh Capai 99 Persen

        Ismail pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, pemerintah, swasta, akademisi, dan talenta muda, untuk bersinergi membangun ekosistem Agentic AI Indonesia yang berdaulat, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

        “Start-nya harus sekarang, now or never. Kita ingin Agentic AI berkembang di Indonesia dengan arah yang jelas dan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: