Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mulai Kirim Alat Berat Listrik, Kobexindo Bidik Permintaan Industri Tambang

Mulai Kirim Alat Berat Listrik, Kobexindo Bidik Permintaan Industri Tambang Kredit Foto: Kobexindo
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) mulai melakukan pengiriman perdana Shantui Wheel Loader Electric LE60-X5, sebagai bagian dari strategi memperkuat portofolio alat berat bertenaga listrik di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap solusi operasional yang lebih efisien dan rendah emisi.

Pengiriman dilakukan melalui anak usaha perseroan, PT Kobexindo Konstruksi Indonesia, kepada salah satu pelanggan di Sumatera. Unit tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas di sektor pertambangan, konstruksi, dan agribisnis.

Direktur Utama Kobexindo Group, Andry B. Limawan, mengatakan peluncuran dan pengiriman perdana LE60-X5 merupakan respons perseroan terhadap meningkatnya permintaan alat berat yang tidak hanya menawarkan kinerja tinggi, tetapi juga efisiensi biaya operasional dan aspek keberlanjutan.

"Untuk merespons kebutuhan pasar terhadap alat berat berkualitas tinggi dengan biaya operasional yang lebih efisien serta mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan, Kobexindo kembali memperkenalkan alat berat bertenaga listrik melalui Shantui Wheel Loader Electric LE60-X5," ujar Andry dalam keterangan resminya.

Menurutnya, sebelumnya Kobexindo telah memasarkan forklift bertenaga listrik Jungheinrich dan hybrid dump truckTonly yang mendapat respons positif dari pelanggan. Perseroan berharap LE60-X5 dapat mengikuti jejak kedua produk tersebut.

"Kami berharap Shantui Wheel Loader Electric LE60-X5 juga dapat memperoleh respons yang baik dari pasar dan kami telah melakukan pengiriman kepada salah satu pelanggan di Sumatera," katanya.

Shantui Wheel Loader Electric LE60-X5 merupakan alat berat kelas 6 ton yang dibekali bucket berkapasitas 4,4 meter kubik, meningkat dibandingkan generasi sebelumnya yang berkapasitas 3 meter kubik.

Unit tersebut mampu beroperasi selama sekitar 6 hingga 8 jam dalam kondisi penggunaan normal dan hanya membutuhkan waktu pengisian daya sekitar 1 jam.

Perseroan menilai penggunaan tenaga listrik berpotensi meningkatkan efisiensi biaya operasional dibandingkan alat berat berbahan bakar fosil, terutama di tengah fluktuasi harga solar.

Selain efisiensi energi, elektrifikasi alat berat juga dinilai dapat membantu pelaku industri mengurangi emisi dari kegiatan operasional, khususnya pada sektor yang menggunakan alat berat secara intensif seperti pertambangan dan konstruksi.

Kobexindo menilai elektrifikasi alat berat menjadi salah satu arah perkembangan teknologi yang semakin dibutuhkan industri. Perseroan optimistis penambahan produk baru tersebut dapat memperkuat daya saing sekaligus mendukung pertumbuhan penjualan hingga akhir tahun.

Baca Juga: Penjualan Alat Berat Melonjak 47%, Kobexindo Raup Pendapatan Rp1,02 Triliun

Baca Juga: Bawa 50 Produsen Alat Berat Terbaik Dunia, T50 Summit Indonesia 2026 Bakal Digelar di Jakarta

Untuk mendukung operasional pelanggan, Kobexindo juga menyediakan layanan purna jual melalui jaringan 16 cabangyang mencakup layanan perbaikan dan ketersediaan suku cadang.

"Masuknya produk baru ini kami harapkan dapat memperkuat momentum pertumbuhan penjualan hingga akhir tahun sekaligus meningkatkan daya saing perseroan di pasar domestik," ujar Andry.

Ia menambahkan kehadiran alat berat listrik tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung pengurangan jejak karbon di sektor industri melalui efisiensi energi, penurunan emisi, serta pengelolaan limbah yang lebih baik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri