Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Perusahaan Singapura Batal Akuisisi Saham SPRE, Ini Alasannya!

        Perusahaan Singapura Batal Akuisisi Saham SPRE, Ini Alasannya! Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Rencana pengambilalihan PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) oleh perusahaan asal Singapura, Saiko Consultancy Pte. Ltd., resmi dibatalkan. Keputusan ini muncul setelah adanya rangkaian klarifikasi dan pembahasan antara Perseroan dengan Bursa Efek Indonesia (BEI).

        "Saiko Consultancy Pte. Ltd. telah melakukan pembatalan atas rencana pengambilalihan atas saham Perseroan yang dimiliki oleh Rizet Ramawi selaku pengendali dengan jumlah sebanyak-banyaknya 222.600.000 saham Perseroan, yang setara dengan paling banyak 27,83% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan," kata Direktur Utama SPRE, Ribet Ramawi. 

        Pembahasan ini sebelumnya mengemuka dalam pertemuan antara SPRE dan BEI pada 22 Januari 2026 dengan agenda utama membicarakan rencana pengambilalihan Perseroan.

        Baca Juga: Perusahaan Singapura Berencana Caplok 27,83% Saham SPRE

        Dalam forum tersebut, Bursa mengingatkan sekaligus meminta klarifikasi kepada Rizet Ramawi selaku pengendali, terkait adanya surat komitmen yang disampaikan pada 25 April 2024 saat proses evaluasi Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Perdana Saham.

        Surat itu menegaskan bahwa Rizet berkomitmen untuk tetap menjadi pemilik manfaat atau pengendali, serta tetap menjabat sebagai salah satu anggota pengurus atau pengawas (Direksi/Komisaris) Perseroan dalam periode sekurang-kurangnya lima tahun sejak tanggal pencatatan saham di BEI, yakni 3 Juli 2024.

        Sejalan dengan komitmen tersebut, Rizet Ramawi menegaskan akan tetap menjadi pengendali atau pemilik manfaat sesuai surat pernyataan yang telah disampaikan sebelumnya.

        Baca Juga: IHSG Pagi Hari Ini Kamis (29/1) Terjun Bebas ke Level 7.000-an

        "Atas beberapa perkembangan yang telah terjadi, Saiko Consultancy Pte. Ltd. selaku calon pengendali baru saat ini sedang dalam proses diskusi terkait dengan struktur alternatif lain," ujar Direktur Saiko Consultancy, Mark Leong Kei Wei.

        Dengan kondisi tersebut, hingga ada pemberitahuan lanjutan, rencana pengambilalihan SPRE oleh Saiko Consultancy dinyatakan batal. "Kami akan menginformasikan jika terdapat perkembangan lebih lanjut atas rencana pengambilalihan atas Perseroan," pungkas Mark.

        Sebelumnya, rencana akuisisi ini diproyeksikan memiliki nilai strategis untuk mendukung pengembangan usaha serta memperluas kegiatan bisnis Saiko sebagai bagian dari strategi ekspansi korporasi. Namun, dengan adanya dinamika regulasi dan komitmen pengendali, rencana tersebut untuk saat ini akhirnya tidak dilanjutkan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: