Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pakar EV dari China Bilang Konsumen Tak Perlu Nungguin Baterai Solid State, 'Sekarang Kualitas Mobil Listrik Sudah Sangat Baik'

Pakar EV dari China Bilang Konsumen Tak Perlu Nungguin Baterai Solid State, 'Sekarang Kualitas Mobil Listrik Sudah Sangat Baik' Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pakar kendaraan listrik terkemuka dari China, Ouyang Minggao meminta konsumen tidak usah menunggu mobil listrik berbasis baterai solid state dalam waktu dekat.

Menurutnya, teknologi tersebut masih membutuhkan waktu pengujian dan pengembangan sebelum benar-benar siap dipasarkan secara luas.

Akademisi dari Chinese Academy of Sciences itu mengatakan beberapa kendaraan memang akan mulai menguji baterai solid-state pada akhir tahun ini hingga tahun depan. Namun, ia menegaskan bahwa produk tersebut belum benar-benar bisa dijual secara komersial.

"Memang ada pemasaran terkait produk baterai solid-state, tetapi sebenarnya belum ada yang benar-benar dijual. Demi kehati-hatian, sebaiknya teknologi ini tidak dijual dalam dua tahun ke depan," kata Ouyang dalam acara "2026 Annual EV100 Research Institute Expert Media Exchange and Intelligent Electric Vehicle Development Forum" pada 11 Maret, seperti dilaporkan oleh Carnews China.

Ouyang juga menenangkan konsumen yang menunggu kehadiran teknologi tersebut. Menurutnya, tidak ada alasan untuk menunda pembelian kendaraan listrik saat ini karena saat ini perkembangan mobil listrik sudah sangat baik.

"Banyak orang menunggu baterai solid-state, tetapi sebenarnya tidak perlu menunggu mobil listrik, karena mobil listrik sekarang sudah sangat baik," tambahnya.

Ia menekankan bahwa pengembangan baterai solid-state sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru dipasarkan.

Menurut Ouyang, China telah membuat kemajuan pesat dalam pengembangan teknologi tersebut. Pada 2024, negara itu mulai secara agresif mengembangkan baterai solid-state.

Pada 2025, perusahaan-perusahaan China menyumbang sekitar 44 persen dari total paten baru baterai solid-state di dunia dan telah sukses mengalahkan Jepang.

Selain itu, biaya bahan elektrolit sulfida untuk baterai solid-state juga turun drastis, dari sekitar 20 juta yuan (sekitar 2,9 juta dolar AS) per ton menjadi kurang dari 1 juta yuan (sekitar 145 ribu dolar AS) per ton. Kapasitas produksinya juga meningkat secara signifikan.

Meski demikian, Ouyang menegaskan bahwa pengembangan teknologi revolusioner seperti ini memerlukan waktu.

Ia menjelaskan bahwa baterai solid-state memiliki tingkat kesulitan teknis yang tinggi dan membutuhkan solusi menyeluruh, mulai dari material utama, antarmuka, elektroda hingga sel baterai.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: