Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Zelensky Khawatir Konflik Iran-Amerika Serikat Ganggu Pasokan Rudal ke Ukraina

Zelensky Khawatir Konflik Iran-Amerika Serikat Ganggu Pasokan Rudal ke Ukraina Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menyampaikan kekhawatiran bahwa pihaknya akan kekurangan pasokan sistem pertahanan udara dari Amerika Serikat (AS). Hal ini menyusul konflik dari negara tersebut dengan Iran.

Zelensky mengatakan bahwa perhatian dunia kini tertuju pada eskalasi perang antara Amerika Serikat, Israel dan Iran. Dukungan Washington terhadapnya berpotensi juga ikut berkurang, padahal pihaknya butuh pasokan sistem pertahanan udara.

Baca Juga: Tidaklah Gratis, Ukraina Tuntut Imbalan Demi Ungkap Rahasia Lawan Drone Iran

“Kami sangat tidak ingin menjauh dari isu kami karena konflik di Timur Tengah,” kata Zelensky, dikutip dari Reuters.

Zelensky juga mengungkapkan bahwa pihaknya harus menunda putaran terbaru perundingan damai antara Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat. Pertemuan yang sebelumnya direncanakan berlangsung di Uni Emirat Arab. Namun hal tersebut ditangguhkan setelah serangan udara dari Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Menurut Zelensky, Washington kini mengusulkan agar pertemuan tersebut digelar di Amerika Serikat. Namun pihak Rusia disebut menolak lokasi tersebut.

“Entah mereka akan mengubah negara tempat pertemuan, atau mereka harus mengonfirmasi kesediaannya bertemu di Amerika Serikat,” ujar Zelensky.

Zelensky sendiri mengatakan bahwa pihaknya telah sukses menggagalkan rencana ofensif musim semi dari Rusia.

Menurutnya, Rusia sebenarnya menargetkan operasi besar tersebut sudah berjalan sepenuhnya pada saat ini. Namun Kyiv menilai serangan tersebut sudah gagal mencapai tujuan yang diharapkan oleh Moskow.

Baca Juga: Diserang Amerika Serikat, Iran Bakal Tinjau Ulang Hubungan di Timur Tengah

Konflik Ukraina dan Rusia sendiri dimulai sejak invasi besar pada 2022. Hingga kini, konflik kedua negara masih berlangsung dengan intensitas tinggi di berbagai wilayah garis depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar