Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Bergejolak, Inarno Ungkap Senjata OJK Redam Kepanikan Pasar

        IHSG Bergejolak, Inarno Ungkap Senjata OJK Redam Kepanikan Pasar Kredit Foto: OJK
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan penggunaan serangkaian instrumen pengendali volatilitas pasar, mulai dari trading haltauto rejection bawah (ARB), hingga pembelian kembali saham (buyback), sebagai langkah utama untuk meredam kepanikan investor di tengah tekanan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

        Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyampaikan, seluruh instrumen tersebut tetap dijalankan sesuai aturan guna menjaga ketertiban dan stabilitas perdagangan.

        Trading halt, adi juga hari ini ada ya auto-halt. Dan tentunya itu membuat agar supaya investor ini tidak panik gitu ya terhadap situasi yang ada,” ujar Inarno di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

        Baca Juga: IHSG Anjlok hingga Trading Halt, Purbaya Sarankan Investor Beralih ke Saham Blue Chip

        Menurut Inarno, kebijakan tersebut memberi waktu jeda bagi pelaku pasar untuk mencerna informasi dan menenangkan sentimen. OJK dan BEI tetap mengaktifkan seluruh instrumen pengendalian volatilitas sesuai aturan.

        Cooling down untuk kepada investor. Dan juga ARB juga tetap masih ada. Dan juga buyback juga saya lihat itu tetap bisa masih berlaku,” katanya.

        Ia menegaskan, seluruh instrumen pengamanan pasar tetap berjalan tanpa perubahan ketentuan. “Jadi itu semua apa namanya tools kita itu tetap kita jalankan sesuai dengan aturan yang ada,” ujar Inarno.

        Pada perdagangan Kamis (29/1/2026), IHSG dibuka di level 8.027. Tekanan jual kemudian mendorong indeks melemah hingga 7.654, sebelum BEI memberlakukan trading halt pada pukul 09.26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah penurunan mencapai 8%.

        Baca Juga: Trading Halt Lagi, Purbaya Minta OJK Ambil Langkah Usai IHSG Terpuruk

        Setelah perdagangan dibuka kembali, IHSG sempat melanjutkan pelemahan hingga menyentuh level terendah 7.481. Namun, indeks berangsur pulih dan tercatat berada di level 8.221,50 pada pukul 14.25 WIB.

        Adapun, BEI melakukan trading halt pada Kamis, 29 Januari 2026, pukul 09:26:01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Perdagangan kembali dibuka pada pukul 09:56:01 waktu JATS tanpa perubahan jadwal perdagangan. Langkah ini diambil setelah IHSG turun hingga 8%.

        Sebelumnya, trading halt juga diberlakukan pada Rabu, 28 Januari 2026, pukul 13:43:13 waktu JATS dan perdagangan dilanjutkan pada pukul 14:13:13 waktu JATS. Pada hari tersebut, IHSG juga tercatat melemah hingga 8%.

        BEI menyatakan, penghentian sementara perdagangan dilakukan untuk menjaga agar aktivitas transaksi saham tetap teratur, wajar, dan efisien. Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas serta Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00002/BEI/04-2025.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: